Senin, 12 Mei 2008

NILAI WAKTU

Nilai waktuBayangkan ada suatu bank yang setiap pagi memasukkan uang sejumlah Rp 86.400 ke rekening Anda. Anda harus menggunakan seluruhnya hari itu, tak ada saldo yang tersisa hari itu. Setiap malam bank itu menghapus saldo yang tersisa. Apa yang Anda lakukan? Tentu saja Anda berusaha menggunakan seluruhnya agar tak tersisa sesen pun!!! Kita semua memiliki bank seperti itu. Namanya adalah WAKTU. Setiap pagi, bank itu memberikan pada kita 86.400 detik. Setiap sore seluruhnya dihapus. Bila Anda tidak memanfaatkannya maka Anda mengalami kerugian. Anda tidak bisa meminta sisa yang tidak Anda manfaatkan. Setiap pagi jumlah yang sama ditambahkan lagi ke rekening Anda, setiap malam semuanya dihapus. Berapa pun yang tersisa Anda tidak dapat menggunakannya lagi esok. Anda harus hidup dari apa yang tersedia hari ini. Gunakanlah sebanyak-banyaknya untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan Anda!
Jarum jam berjalan terus. Manfaatkan sebaik-baiknya hari ini.
Setiap waktu memiliki nilai!!
Untuk mengetahui nilai SATU TAHUN, tanyakan pada mahasiswa yang gagal dalam ujiannya.
Untuk mengetahui nilai SATU BULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan secara dini.
Untuk mengetahui nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Untuk mengetahui nilai SATU JAM, tanyakan pada orang yang sedang menunggu kedatangan kekasihnya.
Untuk mengetahui nilai SATU MENIT, tanyakan pada orang yang baru saja ketinggalan kereta.
· Untuk mengetahui nilai SATU DETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar kecelakaan.
Untuk mengetahui nilai SATU MILIDETIK, tanyakan pada atlit yang baru saja memenangkan medali pada pertandingan olimpik.
Hargailah setiap saat yang Anda miliki! Dan hargailah lebih bila Anda dapat berbagi dengan orang yang khusus bagi Anda.
Ingat waktu tidak akan menunggu siapapun.
Kemarin adalah sejarah. Esok adalah misteri.Hari ini adalah anugerah.
Hari ini adalah anugerah, oleh karena itu disebut “present” (yang bisa berarti “kini” atau “hadiah”).
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. (Matius 6:34)
Posting Komentar