Selasa, 15 Juli 2008

Akhir Zaman: Injil diberitakan sampai ke Ujung bumi (Khotbah umum GKKB Pontianak)

Akhir Zaman: Injil diberitakan sampai ke Ujung Dunia

PA: Matius 24:45-51, matius 24:14 ; dan Markus 13:10

Saudara …pada saat saya mengatakan tentang akhir zaman …maka apa yang kita pikirkan??? Seringkali dalam pikiran kita adalah tanda-tanda tentang akhir zaman: Misalnya : kelaparan, bencana alam, peperangan, penderitaan-penderitaan orang percaya, mesias palsu dlsb.

Kedua: Kapan Yesus datang kedua kali? Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh orang percaya ? Mengapa… karena Yesus sama sekali tidak jelas memberitahukan tentang kapan Yesus akan datang untuk ke dua kalinya. Tetapi kita melihat dalam sejarah sejak kenaikan Yesus ke Surga ada-ada saja orang yang mengklaim bahwa mereka tahu dengan tepat kapan Yesus datang kedua kali.

Beberapa contoh: Para saksi-saksi Yehova yang meramalkan 1915 bahwa kiamat akan segera terjadi tetapi tidak terjadi, setelah itu dilarat menjadi thn 1918, setelah itu dilarat lagi 1975 dst. Ada yg meramal bulan 8-8-1988. Hamba Tuhan Indonesia tidak kalah Pada November 2003 Pdt. Mangapin Sibuea mengatakan Yesus akan datang tgl 30 November 2003, sehingga semua pengikutnya dari 25 provinsi di Indonesia berkumpul di Bandung untuk menantikan kedatangan Yesus tetapi itupun tidak terjadi.

Saudara Alkitab jelas mengatakan kepada kita tidak ada satupun manusia yang tahu, tentang hari dan waktu, Alkitab hanya menuliskan tanda-tanda yang akan terjadi pada hari-hari terakhir (Last days). dan pada hari terakhir (Last day

Saudara Banyak orang percaya ketika kita mendengar kata “akhir zaman” cenderung hanya berfikir, tentang tanda-tanda kedatangan Yesus atau kapan Yesus datang? Tetapi pernahkah kita merenungkan bahwa sementara kita menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali, bahwa kita memiliki tanggungjawab yang harus kita kerjakan? Tanggungjawab yang Tuhan ingin kita kerjakan, yang juga berhubungan dengan kedatangan Yesus kedua kali. Hal ini sering dilupakan oleh orang percaya.

Saudara saya mengajak kita melihat tiga sikap orang percaya atau gereja dalam menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali, kiranya melalui hal ini kita dapat mengingatkan kita dan menyadarkan kita akan tanggungjawab kita sebagai orang percaya sambil menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali:

I. Gereja/orang percaya yang acuh tak acuh terhadap kedatangan Yesus kedua kali
Gereja seperti ini, diumpamakan Yesus seperti dalam matius 24:45-51 tentang hamba yang jahat yang diberi tanggungjawab oleh tuannya; dia mengatakan tuannya tidak datang-datang, maka dia melakukan sesuka hatinya apa yang dia inginkan, ia tidak melaksanakan tanggungjawab yang dipercayakan kepadanya. Karena dia merasa tuannya masih lama datang.

Demikian juga didalam matius 25:1-13 tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis yang bodoh. Karena mempelai laki-laki lama tidak datang, mereka tertidur bahkan 5 yang bodoh membawa pelita tetapi tidak menyiapkan minyak. Mereka tidak berjaga-jaga. Mereka tidak mampu bertahan terhadap perasaan ngantuk, bahkan bisa dibilang mereka sebenarnya tidak siap untuk menjemput mempelai laki-laki. Bahkan Alkitab mencatat 5 gadis yang lain membawa pelita tetapi tidak membawa minyak

Mengapa 10 gadis ini tertidur dan tidak siap untuk menjemput mempelai laki-laki? Karena mereka merasa begitu lama dan bahkan tidak yakin bahwa malam hari itu pula mempelai laki-laki mau datang.
Kedua mereka mungkin merasa bahwa hal itu tidak terlalu penting sehingga tidak perlu mempersiapkan diri dengan baik, tidak perlu berjaga-jaga. Mereka tidak melihat urgensi dari kedatangan mempelai laki-laki. Mereka tidak menyadari bahwa kapan saja mempelai laki-laki itu akan datang.

Saudara kalau mereka tahu mempelai laki-laki pasti akan datang malam itu, kalau mereka tahu jam berapa mempelai itu datang, tentunya mereka akan bersiap-siap untuk menjemput, tetapi karena mereka merasa masih cukup lama maka mereka tertidur, dan bahkan tidak siap ketika mempelai laki-laki datang.

Saudara ini adalah gambaran gereja dan orang percaya , terkadang banyak orang percaya acuh tak acuh terhadap kedatangan Yesus. Dan tidak melihat urgensinya kedatangan Yesus yang kedua kali.

Ciri gereja seperti ini, tidak melihat tanda-tanda kedatangan Yesus, ia tak pernah berjaga-jaga, ia tidak menjalankan tugas yang diperintahkan Yesus dengan sunggu8h-sungguh. Gereja seperti ini lebih cenderung berfikir bgm mengembangkan gereja kedalam, cenderung merasa puas dan terlena dengan apa yang dimiliki, merasa tidak perlu mengadakan pelayanan keluar, Selalu berfikir bagaimana membangun didalam gereja sendiri tanpa ada usaha untuk memberitakan Injil keluar.

Saudara bukankah hari ini begitu banyak orang yang sudah percaya Tuhan tetapi tidak bertumbuh dalam kerohanian, kerohaniannya stagnant, yang merasa cukup dengan hanya percaya kepada Tuhan tidak mau mengambil bagian dalam pelayanan, bahkan tidak pernah memberitakan Injil. Bahkan ada yang masih hidup didalam dosa, pesta pora, kemabukan dlsb.

Sdr. Tuhan Yesus pernah menegur dan mengingatkan jemaat Sardis didalam kitab Wahyu : Dikatakan kepada jemaat Sardis, bahwa aku tahu pekerjaanmu: Engkau dikatakan hidup , padahal engkau mati, bangunlah sebab tidak ada satupun pekerjaanmu yang kudapati sempurna dihadapan Allah. Karena itu ingatlah, bertobatlah dan berjaga-jagalah….karena aku akan datang seperti pencuri.

Demikian juga Tuhan menegur jemaat Laodikia: Aku tahu pekerjaanmu, engkau tidak dingin, engkau tidak panas, baik jika engkau dingin atau panas. Jemaat Laodikia adalah jemaat yang kaya, mereka memperkaya diri sendiri. Tetapi Yesus mengatakan aku mual, aku akan memuntahkan engkau dari mulutku.

Kedua gereja ini adalah gereja yang kelihatan sepintas ok…ok, kelihatan dari luar berfungsi dengan baik tetapi Tuhan kecewa dengan apa yang mereka kerjakan mereka tidak melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diamanatkan Yesus dengan baik. Mereka lebih mementingkan pelayanan kedalam gereja, mereka memperkaya diri sendiri dan akhirnya pekerjaan yang diamanatkan tidak dilaksanakan. Tuhan tidak puas dengan apa yang mereka kerjakan.

Mengapa ini semua terjadi:
Oleh karena orang percaya tidak merasa penting dan urgen akan kedatangan Yesus yang kedua kali, mereka berfikir kedatangan Yesus masih begitu lama, maka gereja tidak berbuat apa-apa. Gereja tertidur …gereja menjadi suam-suam kuku Orang Kristen tidak melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah diperintahkan oleh Tuhan yaitu memberitakan Injil.

II. Gereja yang terus menerus menantikan kedatangan Yesus tanpa bekerja

Saudara dalam Kisah para Rasul 1:6-11 Yesus memerintahkan murid-murid Yesus menjadi saksi (memberitakan Injil) mulai dari Yerusalem, Yudea,samaria sampai keujung bumi. Setelah itu Yesus naik Ke Surga, ketika Yesus naik ke surga murid-murid Yesus terus menghadap ke langit menatap Tuhan Yesus naik ke Surga. Lalu tiba-tiba Malaikat datang dan memberitahukan dan mengingatkan mereka bahwa mereka jangan terus menatap kelangit, karena Yesus akan datang dengan cara yang sama seperti dia naik ke surga.

Peringatan dan teguran dari malaikat ini, tidak sekedar untuk mengagetkan murid-muridnya . Tetapi sekaligus mengingatkan mereka bahwa ada tugas yang yang sangat penting yang harus mereka kerjakan sementara mereka menantikan kedatangan Yesus yang ke dua kali. Tugas itu adalah supaya mereka menjadi saksi, di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ujung bumi (ayat 8)

Tugas didepan mereka adalah sangat sulit tetapi harus mereka lakukan karena itu adalah perintah dari Yesus sendiri. Mereka tidak boleh hanya terus menatap kelangit tetapi harus mengerjakan perintah Yesus..

Saudara apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus ketika Yesus naik ke Surga, ini juga bisa menjadi gambaran akan kehidupan gereja saat ini. Ada banyak orang Kristen dan gereja yang hanya terus menatap ke langit untuk menantikan kedatangan Yesus tanpa melakukan perintah Yesus yaitu menjadi saksi dan memberitakan Injil.

Ada gereja-gereja yang terus memikirkan, terus menanti-nantikan kedatangan Yesus, bahkan meramalkan kedatangan Yesus tetapi tidak menjalankan tugas pemberitaaan Injil. Salah satu contoh yaitu pengikut Mangapin Sibuea; mereka menjual harta mereka, mereka tidak bekerja, mereka hanya berdoa membaca Alkitab sambil menantikan kedatangan Yesus.

Tuhan Yesus mengatakan bahwa setiap orang percaya harus berjaga-jaga, berjaga-jaga disini bukan berarti tidak bekerja, tidak melayani Tuhan, tidak memberitakan, bukan terus terus menanti-nantikan kedatangannya tanpa melakukan sesuatu …tidak
Tetapi sebagai percaya sambil menantikan kedatangan Yesus, kita harus berjaga-jaga agar kita jatuh dalam pencobaan, menjalankan perintah Tuhan dan hidup berkenan kepada Tuhan.

Saudara memang perlu kita untuk terus menanti-nantikan akan kedatangan Yesus yang kedua kali, karena waktu itu adalah waktu yang sangat indah bagi setiap orang percaya, dimana kita akan bersama-sama dengan Yesus.

Tetapi baiklah kita sambil menantikan Tuhan Yesus datang kita tetap melayani Tuhan dan bekerja.

III. Gereja menantikan kedatangan Yesus sambil menjalankan tugas dan tanggungjawabnya

Matius 24:45-51 perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat. Didalam perumpamaan ini diceritakan tentang hamba yang baik dan jahat. Hamba yang jahat ia tidak bekerja sebagaimana yang diamanatkan tuannya karena dia menganggap tuan-Nya masih lama datang, dia menganggap ini adalah kesempatan untuk bermabuk-mabuk, ini kesempatan melakukan apa yang dikehendakinya tetapi hamba yang setia walaupun tuannya lama datang ia tetap bekerja.

Selanjutnya Yesus mengatakan berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuanNya datang, dan ia akan diangkat menjadi pengawas atas segala milik tuannya.

Hamba yang baik ini terus bekerja dengan giat, ia tahu bahwa cepat atau lambat tuannya akan datang. Ia bekerja semata-mata bukan untuk dilihat orang tetapi dia menyadari bahwa ini adalah tanggungjawab dia, dia bekerja dan terus bekerja dan akhirnya didapati tuannya bahwa dia adalah hamba yang setia.

Saudara saat ini belum semua orang di dunia mendengar Injil, masih banyak orang yang belum pernah mendengar Injil. Di Indonesia saja yang ada banyak suku-suku bangsa yang terabaikan yang belum pernah mendengar Injil, dilingkungan kita masih banyak orang yang belum mendengar injil.

Setiap kita dipanggil bukan saja menjadi orang Kristen, bukan saja untuk diselamatkan, bukan saja hanya datang beribadah tetapi lebih dari pada itu untuk melanjutkan pekerjaan dan amanat Tuhan. Kita tidak boleh hanya berdiam diri sambil menantikan kedatangan Yesus tetapi kita harus terus bekerja, berjaga-jaga dan memberitakan Injil.

Dari ketiga gereja diatas; kira-kira kita termasuk kategori gereja/orang percaya yang mana? Apakah kita termasuk gereja yang pertama: Gereja yang acuh tak acuh terhadap kedatangan Yesus atau kita termasuk dalam gereja yang kedua; gereja yang terus menanti-natikan Yesus tetapi tidak berbuat apa-apa atau masuk kategori gereja yang ketiga: Gereja terus menanti-nantikan kedatangan Yesus sambil bekerja atau memberitakan Injil.

Saudara Yesus mengatakan
Kedatangan Yesus yang kedua kali, berhubungan erat dengan orang percaya Tuhan didalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diperintahkan Tuhan ke seluruh dunia dalam hal memberitakan Injil. Hal ini jelas sebagaimana dikatakan oleh Yesus: “ Dan Injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya”
Artinya kedatangan Yesus yang kedua kali sangat berhubungan erat dengan pemberitaan Injil keseluruh dunia.

Pertanyaannya siapa yang memberitakan Injil keseluruh dunia? Tentunya setiap orang percaya.
Oleh sebab itu jikalau semua gereja hanya terpaku mengembangkan gereja ke dalam, kalau orang percaya tidak memberitakan Injil maka saya dapat katakan bahwa kedatangan Yesus kedua kali masih lama. Hari ini semua tanda-tanda kedatangan Yesus kedua kali sudah nampak; apa itu kelaparan, bencana alam, gempa bumi, peperangan dlsb. Tetapi disisi lain kita melihat masih begitu banyak orang yang sama sekali belum mendengar Injil. Injil belum disebarluaskan ke seluruh bumi.

Saudara kita jangan berfikir untuk memberitakan Injil ke Negara-negara lain, atau ke suku-suku terabaikan…disekeliling kita masih banyak orang tidak mengenal dan tahu siapa Yesus. Masih banyak orang yang tidak mengetahui siapa itu Yesus.

Dulu saya dan teman saya pernah memberitakan Injil di JATIM kota Blitar, teman saya datang kepada seorang yang sudah tua, dia katakan saya akan menceritakan seorang yang hebat, yang sangat mengasihi manusia… orang tersebut bernama Gusti Yesus. Orang tua itu mengatakan gusti Yesus itu Presiden, bukan…oh gubernur ya …bukan, bintang film. Di Kota Blitar yang cukup banyak gereja masih banyak orang yang tidak tahu siapa Yesus. Mungkin di pontianak ini, masih banyak orang yang juga sama yaitu sama sekali tidak pernah mendengar nama Yesus. Mungkin juga ada diantara keluarga kita yang belum sama sekali tahu siapa itu Yesus.

Siapa yang memberitakan Injil kepada mereka…tentu kita harus memberitakan Injil bagi mereka, itu adalah tugas kita.

Saudara kita semua tidak mengetahui dengan pasti kapan Yesus datang, Yesus datang seperti pencuri, tetapi sekali lagi Alkitab mengatakan bahwa salah satu tanda kedatangan Yesus yang kedua kali adalah ketika Injil telah diberitakan diseluruh dunia. Ketika semua orang telah mendengar Kristus.

Dalam menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali, baiklah kita terus memberitakan Injil, kita jangan tertidur, kita terus berjaga-jaga. Tuhan Yesus mengatakan: berbahagia hamba, yang didapati tuan-Nya melakukan tugasnya itu, ketika tuan-Nya itu datang. Dan sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia dan menjadikan dia pengawas atas segala milik tuannya.

Saudara adalah sesuatu kebahagiaan ketika Yesus datang kita sedang memberitakan Injil sedang melayani Tuhan. Maka Yesus akan mengatakan hai hambaku yang baik dan setia….masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu, karena engkau kudapati setia. Amin
Posting Komentar