Kamis, 07 Januari 2010

Rahasia hidup berkemangan:bergaul akrab dengan Tuhan

Khotbah Dm
Rahasia Hidup berkemenangan: Bergaul akrab dengan Tuhan
Saudara pernahkah anda melihat bunga teratai. Bunga Teratai: Dia bisa hidup begitu indah ditenga-tengah kotor Lumpur, ditengah bau sampah disekitarnya tetapi ia tetap indah. Mengapa bunga teratai itu tetap indah walaupun ia hidup diparit, diair yang keruh.. Jawabnya adalah karena memang dia secara alami diciptakan memang indah. Dan keindahannya itu tidak akan terpengaruh dan dipengaruhi oleh factor-faktor eksternal.

Saudara saat merenungkan akan bunga teratai saya merenungkan akan kehidupan manusia. Manusia memang berbeda dengan bunga teratai tadi, manusia bisa mempengaruhi dan dipengaruhi. Kita bisa mempengaruhi orang lain dan bisa dipengaruhi oleh orang lain.

Saudara hari ini kita hidup ditengah-tengah dunia yang sudah tercemar oleh dosa, kita hidup ditenga-tenga org yg belum mengenal Tuhan. Kita hidup ditengah-tengah manusia yang berbeda dalam cara pandang , kebiasaan, tradisi, sikap, karakter dlsb. Daya tarik dunia begitu kuat menarik dan mencengkram kita. Pengaruh dunia begitu kuat sehingga kalau kita tidak hati-hati maka kita akan terbawa arus kehidupan dunia.

Begitu kuatnya daya tarik dunia ini, menyebabkan begitu banyak orang terbawa arus dunia dengan segala keberdosaannya. Saya mengenal ada beberapa orang yang dulunya begitu aktif di gereja sekarang tidak lagi ke gereja, karena berbagai alasan. apakah itu pekerjaan, apakah karena suami atau istri yang tidak percaya Tuhan. Bahkan ada yang demi satu jabatan rela meninggalkan Tuhan.
Sebagai orang percaya Tuhan seharusnya kita menjadi garam dan terang dunia, tetapi banyak kita melihat ada banyak orang Kristen yang harus digarami.

Hari ini kita akan belajar dan melihat satu tokoh Alkitab yg luar biasa dia hidup ditengah-tengah lingkungan yang berdosa, ditenga-tengah orang yg hidup bobrok, dia hidup ditengah-tengah manusia yang jahat tetapi tetap teguh dalam imannya, ia tidak terpengaruh oleh pengaruh dunia disekitarnya.

Kej. 6:9-11
I. Kondisi manusia pada saat itu

Saudara pembacaan kita ini berbicara tentang kondisi manusia di zaman Nuh hidup, Ay. 11-12 “adapun Bumi telah rusak dihadapan Allah dan penuh dengan kekerasan…karena semua manusia menjalankan hidup yang rusak dibumi”. Kata dihadapan Allah (in face of God). Ini menujukan seakan-akan Allah berhadapan muka dan melihat bagaimana kondisi manusia pada saat itu.

Alkitab menceritakan sejak manusia jatuh dalam dosa, dosa menguasai manusia sehingga kecenderungan manusia selalu melakukan hal jahat bagi Tuhan. Dan puncaknya didalam Kej 6:1-8 menjelaskan kepada kita bagaimana kejahatan mc pada waktu itu. Ayt. 5 dikatakan bahwa kejahatan mc besar dibumi dan segala kecenderung hati mc selalu membuahkan kejahatan semata-mata.

Begitu jahat dan berdosanya manusia pada waktu itu. Sehingga dua kali dikatakan bahwa Allah menyesal menciptakan mc.( Antropopathy= gaya bhs yg menggambarkan Allah dgn perasaan-perasaan mc). Bahkan dikatakan bahwa hal itu memilukan hati Allah. Ini menunjukan bgm Allah begitu kecewa pada manusia saat itu.
Allah begitu sedih melihat manusia yang diciptakan dengan sempurna, yang diciptakan menurut rupa dan gambar-Nya. Telah rusak oleh dosa, sehingga manusia selalu melakukan hal yang jahat dan melawan Allah.
Orang tua bisa hancur hatinya melihat anaknya terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, dan sebagainya. Demikian juga perasaan Allah pada waktu itu, ia begitu kecewa terhadap perilaku dari manusia. Allah menciptakan manusia dengan tujuan agar manusia dapat bersekutu dengan-Nya, untuk menyembah Allah, untuk hidup bersama dengan-Nya, memuliakan Dia bahkan bertumbuh menurut teladan-Nya, dalam rupa dan gambar-Nya.
Allah menciptakan manusia dengan tujuan seperti itu, sehingga dengan melihat manusia, rupa Allah terlihat dengan jelas. Akan tetapi sekarang, di dalam manusia tidak berbekas lagi rupa dan gambar Allah itu, dan yang ada hanyalah dosa, dosa, dan dosa. Karena itu sungguh tepat ketika Alkitab mencatat, hati Allah menjadi pilu.
Allah menciptakan manusia tujuannya agar manusia taat, setia dan memuliakan Dia tetapi Allah menmukan bahwa manusia tidak lagi menyembah dia, tidak lagi taat kepada dia bahkan dikatakan bahwa manusia menjalankan kehidupan yang jahat di dunia. Anak-anak Allah kawin dengan anak-anak manusia. (anak Allah adalah anak dari keturunan Set dan anak manusia adalah anak dari keturunan Kain).

Tetapi kita melihat bahwa ditengah-tengah manusia yang berdosa dan jahat itu, ditengah-tengah manusia yang jahat, yang tidak taat kepada Tuhan. Tuhan masih menemukan satu keluarga yaitu keluarga Nuh. Dikatakan didalam ayat 9, bahwa Nuh adalah orang yang benar dan tidak bercela diantara orang sezamannya.

A. Nuh Hidup benar dan tak bercela

Nuh hidup ditengah-tengah orang-orang yang berdosa dan jahat, tetapi mengapa Nuh tidak terpengaruh oleh kejahatan manusia pada waktu itu, mengapa Nuh tidak terpengaruh untuk berbuat dosa, mengapa Nuh tidak terpengaruh untuk berbuat jahat, mengapa Nuh tidak seperti keluarga-keluarga lain pada waktu itu?

Didalam ayat 9 katakan bahwa Nuh adalah orang benar. Apa artinya Nuh hidup benar? Artinya bahwa Nuh tidak melakukan seperti apa yang dilakukan oleh orang sezamannya. IA bisa tampil berbeda dengan orang lain. Ia memiliki iman yang teguh. Ia tahu kebenaran. Ia tahu apa yang menjadi kehendak dan keinginan dari Tuhan.

Walau seluruh dunia pada saat itu bejat dihadapan Allah tetapi Nuh berjalan dengan Allah. Ia tdk berjalan dengan orang-orang disekitarnya. Artinya ia tdk mengikuti pola hidup org sezamannya.
Nuh hidup ditengah-tenga orang berdosa dan bejat tetapi ia tidak terpengaruh
dengan lingkungan yang bejat dan berdosa. Dia memiliki iman yg teguh dihadapan Allah. Ia tidak mengikut arus dunia. Dia tidak menjadi serupa dengan dunia.

Saudara sekilas kita melihat latar belakang keluarga Nuh di Kej. Psl 5 maka kita menemukan bahwa NUh adalah keturunan dari Set yang disebut anak-anak Allah. Dimana dalam keturunan set menghasilkan orang yang berkenan kepada TUhan, sehingga disebut anak-anak Allah (Kej.6:2),. Dan Kakek buyut Nuh yaitu Henok dikatakan adalah orang yang bergaul dengan Allah sama dengan Nuh dan ia diangkat oleh Allah, ia tidak mati. Bahkan umur-umur dari keturunan set sangat panjang, salah satunya adalah kakek dari NUh yaitu Metusala mencapai umur 969 tahun. Setelah zaman Nuh maka umur manusia dikatakan hanya sampai 120 thn.

Latar belakang keluarga yang bergaul akrab dengan Tuhan, menyebabkan Nuh bisa hidup sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan. Hal ini juga yang menyebabkan dia tidak terpengaruh oleh manusia yang berbuat jahat dan berdosa.

Roma 12:2.. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”
Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa sebagai orang percaya Tuhan, kita sangat berbeda dengan dunia ini. Kita tidak boleh sama dengan dunia ini. Kita harus dapat membedakan mana kehendak Tuhan dan mana kehendak dunia.

Saudara, Ada satu peribahasa yang saya tidak suka;” masuk dikandang kambing ngembek, masuk kandang anjing gonggong dlsb. Saudara dalam hal-hal tertentu mungkin peribahasa ini ada benarnya, tetapi menjalani kehidupan kekristenan peribahasa ini tidak boleh dipakai.

Kita adalah terang tidak mungkin terang masuk didalam gelap lalu terang itu akan menjadi gelap. Kita tidak boleh dipengaruhi atau beruba oleh karena kondisi lingkungan yang tidak benar, tetapi kita harusnya memberi dampak dan pengaruh bagi lingkungan dimana kita berada.

Ilustrasi: Seorang siswa yg mengatakan ttg org disekitar nyontek….
Ada juga seorg siswa yg mengatakan saya merokok karena hampir semua teman saya merokok. Kalau saya tidak merokok maka saya akan dikucilkan, kurang gaul dlsb..

Seorang pemuda shering “ Dikantor dia disuruh membuat data fiktif mengenai keuangan. Dia bingung disatu sisi jikalau dia tidak mengikuti perintah dari atasannya maka ia akan kehilangan pekerjaanya. Jika Ia menuruti maka itu tdk sesuai dengan hati nuraninya.

Seorang jemaat katakan jikalau saya tidak mengikuti cara-cara dunia dalam hal berdagang maka saya rugi. Ada yang mengatakan ini adalah wilayah abu-abu pak…saya mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada wilayah abu-abu yang
ada hitam atau putih.

Menghadapi kondisi yg demikian memang tidak muda utk kita untuk hidup benar dan dapat bertahan untuk hidup benar. Dilingkungan kerja kita, kita akan melihat bagaimana org yg bekerja secara tidak jujur, kita melihat bagaimana orang yg tidak lagi hidup sesuai dengan hukum yg berlaku. Dan satu fakta yang seirng kita lihat terkadang orang-orang yg melakukan curang dan tidak benar seakan-akan kehidupan mereka baik dan kita yg jujur dan taat kepada Allah kita biasa-biasa saja.

Kondisi ini juga dihadapi oleh Nabi Habakuk dan juga Daud. Sehingga Habakuk katakan: Tuhan kami adalah orang-org jujur saleh, taat tetapi seakan-akan kami tidak diberkati, sedangkan orang yg tidak adil, hatinya serong dari hadapan Allah mereka kelihatan baik dan kaya. Tuhan katakan bhw semua yg mereka dapatkan hanya semu. dan bersifat sementara tidak akan bertahan lama.

Saudara ditengah-tengah lingkungan yang tidak mendukung untuk Nuh hidup benar dihadapan Tuhan, namun ia tetap kuat dan bertahan, ia tetap hidup benar dan tidak bercacat. Bagaimana dengan kita: Apakah ketika kita berada dilingkungan orang-orang yang melakukan hal yang tidak benar kita tetap hidup benar ataukah kita terbawa arus dan mengikuti pola hidup mereka. Seharusnya sebagai orang percaya kita hidup seperti Nuh, ditengah-tengah orang tidak benar kita harus hidup benar dan tidak bercela.

B. Nuh Taat pada Allah

Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa Nuh seorang yang taat pada Tuhan? Allah memerintahkan dia membuat bahtera ukuran 300X50X30 satu hasta =45 cm maka ukuran Bahtera itu: 150X25X15 M. Kalau hari ini, mungkin adalah pekerjaan yang muda.

Tetapi kalau kita menyelidiki secara seksama bagaimana NUh membuat bahtera maka kita akan mengetahui sebenarnya , Perintah Tuhan utk membuat bahtera itu suatu hal yg sangat sulit, perlu satu komitmen dan ketaatan yang sungguh baru seseorang dapat membuatnya:

1. Proses membuatnya: Menebang kayu, angkut kayu, dlsb semua dikerjakan dengan memakai alat primitif. (sudah ada tukang besi)
2. Lamanya pekerjaannya: lebih dari 100 tahun (Kej.5:32; 6:3 dan 7:11)
3. adanya ejekan dari org-org disitu
4. Pekerjaan itu hanya dikerjakan oleh keluarga mereka 4 laki-laki empat perempuan
5. Mempersiapkan makanan yg banyak karena mereka dan binatang-binatang harus berada selama 1 tahun 10 hari.
6. Mengumpul binatang dlsb.

Sdr. Dari apa yang dilakukan diatas maka disinilah kita melihat ketaatan dari Nuh, dia taat secara total. IA tdk banyak bertanya? Ia tidak bosan bekerja, ia tetap bekerja walau mungkin ada ejekan dari org disekitarnya. Bagaimana dengan kita dihadapan Tuhan? Apakah kita menjadi org yg taat akan panggilan Tuhan dan perintah Tuhan atau tidak? apakah kita menjadi org yg cepat putus asah ketika kita berdoa dan seakan-akan Tuhan tidak menjawab? Apakah kita orang sering merasa cape didalam mengikut TUhan dan melayani Tuhan?

Saudara, ketika merenungkan akan bagian Firman Tuhan ini; saya memikirkan tentang komitmen dan ketaatan saya dalam pelayanan. Seringkali dalam pelayanan saya merasa ada kebosanan, terkadang menghadapi tantangan pelayanan saya merasa itu terlalu berat lebih baik mundur. Ketika saya merenungkan tentang apa yang dilakukan oleh Nuh, saya sadar bahwa apa yang saya alami dalam pelayan belum seberapa dibanding apa yang dialami oleh Nuh. Saya menyadari bahwa dalam pelayanan perlu satu komitmen dan ketaatan. Tanpa komitmen dan ketaatan maka kita sulit untuk bertahan didalam kita melayani maupun mengikut Tuhan.

Apakah pengaruh lingkungan menyebabkan kita sulit untuk taat pada kehendak Tuhan, apakah pengaruh dunia sekitar membuat kita ragu akan rencana dan janji Tuhan. Apa pengaruh lingkungan membuat kita meragukan pimpinan Tuhan dalam hidup kita?

Saudara, kita belajar dari Nuh… di tengah-tengah dunia yang berdosa, yang rusak. Nuh tetap hidup benar..tetap taat kepada Tuhan? Mengapa Nuh sama sekali tidak terpengaruh oleh lingkungan yang jahat berdosa untuk meragukan kehendak dan janji Tuhan. Mengapa Nuh tetap memiliki komitmen untuk taat dan mengerjakan tugas panggilan dari Tuhan.

Satu rahasia dikatakan Alkitab, bahwa Nuh bergaul dengan Allah. Bergaul dengan Allah artinya ia memiliki persekutuan yang akrab dengan Tuhan, ia selalu berkomunikasi dengan Allah. Ia mengenal siapa Allah yang disembah.
Kata bergaul disini didalam bahasa aslinya adalah berjalan bersama dengan Allah.
Dikatakan bahwa Nuh Hidup benar dan tidak bercela, dan ia bergaul dengan Allah dalam terjemahan lain dikatakan bahwa NUh hidup bersama dengan Allah senantiasa..
Jangan bayangkan bergaul dengan Allah atau hidup benar sebagai hidup dengan peraturan-peraturan dan ritual-ritual yang ketat. Jangan bayangkan bergaul dengan Allah sebagai hidup yang mengasingkan diri dari kehidupan sosial dan memfokuskan diri pada hal-hal spiritual/rohani saja. Bergaul dengan Allah adalah hidup yang memfokuskan diri pada hubungan dengan Allah.
Bagaimana berhubungan dengan Allah yang tidak kelihatan? Tidak ada cara yang lain selain firman dan doa. Allah menyatakan diri-Nya kepada kita melalui firman-Nya, dan kita menghampiri-Nya dengan doa. Doa di sini juga bukan doa ritual, permohonan berkat / keselamatan / dan sebagainya, tetapi doa dalam arti berkomunikasi dengan Allah.
Bergaul dengan Allah artinya kita membangun hubungan yang hidup dan aktif. Artinya, hubungan bukanlah sesuatu yang selesai dengan satu atau dua kali pertemuan saja. Memang hubungan dimulai dari satu dua kali pertemuan. Kita bisa masuk ke dalam hubungan dengan Allah karena inisiatif Allah melalui Kristus. Akan tetapi satu atau dua kali pertemuan saja tidak bisa disebut sebagai hubungan. Hubungan itu harus terjalin terus menerus dan tidak berhenti. Oleh karena itu, iman Kristen bukanlah iman nostalgia, tetapi iman setiap hari.
Dengan siapa kita bergaul, sangat mempengaruhi akan kehidupan kita. Sdr.
Laotze pernah berkata: “JIkalau engkau berjalan dengan 3 orang maka dua diantara tiga orang itu adalah gurumu” Artinya bahwa pengaruh orang lain terhadap diri kita sangat besar.

Saudara jikalau engkau bergaul dengan orang jahat ada kemungkinan besar anda akan terpengaruh untuk melakukan yang jahat, jikalau engkau bergaul dengan orang baik ada kemungkinan anda menjadi orang baik.

Dengan siapa kita bergaul akan sangat menentukan cara kita berfikir dan bertindak. JIkalau anda lebih banyak bergaul dengan manusia berdosa maka kemungkinan untuk terpengaruh itu sangat besar. Tetapi jikalau engkau bergaul dengan Allah, maka perilaku hidup kita, cara berfikir akan seperti cara berfikir Allah.

Saudara lingkungan sangat mempengaruhi kita, Didalam hubungan kita dgn Allah, tetapi jikalau kita memiliki pengenalan yang jelas akan siapa Allah yg kita sembah maka, lingkungan itu tdk akan mempengaruhi kita.
Saudara-saudari yang terkasih, kita tidak bisa memungkiri betapa banyak dan beratnya tantangan untuk hidup benar di dunia sekarang ini. Akan tetapi itu tidak berarti hal itu adalah sesuatu yang sulit dilakukan. Itu adalah sesuatu yang sederhana, yaitu ketika kita mulai menjalin hubungan dengan Allah melalui Kristus, kita sedang mulai menjalankan hidup yang benar itu. Jikalau kita hidup bergaul dengan Allah. Oleh karena itu, jangan pernah meninggalkan Dia, karena Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Sebelum Yesus naik ke surga, Dia menjanjikan memberikan penolong yang akan menyertai kita setiap saat dalam perjuangan iman kita di dunia ini. Penolong itu adalah Roh Kudus yang diam di dalam setiap orang percaya kepada Kristus. Roh Kudus itu yang menolong kita dari dalam diri kita, untuk mengingat firman Allah dan untuk memimpin kita ke jalan yang benar. Hidup dalam hubungan itulah, hidup yang benar dan tidak bercela, yang mendatangkan hidup yang kekal.
Dunia tempat dimana kita berada dan hidup saat ini tidak jauh berbeda dengan dunia zaman Nuh. Sebagaimana NUh yang bisa tetap hidup benar dan taat pada Tuhan ditengah-tengah dunia yang berdosa. Maka seharusnya kita bisa tetap hidup benar dan taat saat ini.
Secara manusia kita tidak mampu untuk hidup benar dan taat ditengah lingkungan yang jahat dan berdosa ini. Tetapi jikalau kita hidup bergaul dengan Tuhan, maka kita pasti bisa melewati dengan baik. Karena Tuhan selalu bersama-sama dengan kita. Amin.
Posting Komentar