Jumat, 26 Februari 2016

Jangan Bosan menerima peringatan-Nya

JANGAN  BOSAN MENERIMA PERINGATAN
(UL. 27:11-26 bdk. 28:15-68)

 Musa menentukan 6 suku di atas gunung Ebal untuk menyimpulkan peringatan atau larangan yang harus dihindari  umat Israel, supaya mereka terhindar dari kutukan Allah. Di tengah kehidupan yang penuh godaan dan cobaan, anggota tidak boleh bosan-bosan menerima berbagai peringatan agar terhindar dari dosa dan akibatnya.
Saudara, saya punya anak 3 semua laki-laki yang masih duduk di SD.  Sebagai orang tua, hal yang paling sulit bagi saya bukan dalam membesarkan anak-anak saya tetapi yang paling sulit adalah untuk mendidik mereka untuk menjadi anak yang baik, taat pada perintah orang tua, mendengar perkataan orang tua. Kita sebagai ortu tentunya tahu bgm mendidik anak-anak saat ini.  Anak-anak saat ini sangat sulit untuk dididik, sulit untuk taat dan dengar-dengaran perkataan orang tua. Saya pernah katakan kepada anak saya, “tidak ada guna Tuhan ciptakan telingamu, karena apa yang orang tua katakan gak ada yg di dengar”  masuk telinga kiri keluar telinga kanan... Waktu anak saya masih kecil, pontianak sering padam lampu, sehingga terpaksa kami harus nyalakan lilin, anak saya sangat senang lihat api dililin, saya katakan jangan main api nanti hangus,  ia tetap saya selalu katakan dan larang jangan main api, tetapi ia tdk mau mendengar, akhirnya saya biarkan dia langsung pegang api dililin dan tangannya hangus ...nah mulai hari itu ia tidak mau main api lagi.
Sdr. Terkadang kita seperti anak kecil ini, kita seringkali tidak mau mendengar peringatan dan teguran dari Tuhan, sehingga terkadang Tuhan  mengizinkan kita menerima konsekwensi dari dosa yang kita lakukan.  Hal itu terjadi bagi bangsa Israel, Allah dengan berbagai cara baik dengan lembut, dengan keras, dengan hukuman agar mereka setia dan taat pada perintah Tuhan, namun  dalam kehidupan mereka, seringkali tidak mendengar nasehat Tuhan, baik melalui firman Tuhan atau melalui nabi-nabi Tuhan.
Dalam pembacaan kita tadi diceritakan Allah melalui Musa mengingatkan bangsa Israel akan segala akibat-akibat yang akan mereka terima ketika mereka tidak setia dan taat pada perintah Tuhan.  Agar mereka terus mengingat akan konsekwensi yang akan mereka terima ketika mereka tidak taat pada perintah, maka Tuhan melalui Musa menentukan 6 suku Israel untuk  berkumpul di atas gunung Ebal untuk mengadakan janji setia dan taat pada perintah Tuhan. Disitu suku lewi atau pemimpin agama (hamba Tuhan) akan membacakan peringatan atau larangan yang harus dihindari  umat Israel, supaya mereka terhindar dari kutukan Allah atau hukuman Allah.  Dan setiap kali orang Lewi membaca larangan dan kutukan, maka mereka akan meresponi dengan kata amin, yang menunjukan bahwa mereka setuju untuk taat pada perintah Tuhan, dan mereka tahu benar bahwa ada konsekwensi jikalau mereka tidak taat pada perintah Tuhan.
 Dalam ayat 15-26 diceritakan orang Lewi membacakan minimal ada 12 kutuk Tuhan bagi orang yang tidak taat perintah antara lain;  kutuk Tuhan bagi orang yang membuat allah lain (ay. 15), kutuk Tuhan bagi orang yang tidak menghormati orang tuanya (ay. 16), kutuk Tuhan bagi orang yang suka berbuat kejahatan terhadap orang lain (ay. 17, 19), kutuk Tuhan bagi orang yang menyesatkan orang lain (ay. 18), kutuk Tuhan bagi orang yang melakukan penyimpangan seksual (ay. 20-23), kutuk Tuhan bagi orang yang membunuh dan menerima suap untuk membunuh (ay. 24-25), dan kutuk Tuhan bagi orang yang sudah mendengar hukum Taurat (Firman Tuhan) tetapi tidak melakukannya dalam perbuatan (ay. 26).
Bagian ini sebenarnya hampir sama dengan bunyi 10 hukum, tetapi ditambah dengan penjelasan bahwa ada kutukan atau hukuman bagi orang yang melanggar ketetapan dan hukum ini.  
Saudara, kutuk Tuhan ini sangat keras, hal ini dilakukan oleh Tuhan tujuannya agar umat Israel menghormati kekudusan Allah, karena Allah mau bgs Israel hanya setia kepada Tuhan, kepada ketetapan Tuhan.  Ucapan kutukan ini, sebenarnya adalah semacam perjanjian antara umat Israel dengan Tuhan.  Berdasarkan perjanjian yang telah dilakukan antara Allah dan umat Israel sejak zaman Abraham yaitu Tuhan mau menjadikan bgs Israel umat pilihan Allah dan umat Israel menjadikan Dia adalah Allah satu-satunya dalam hidup mereka.
Sebagai umat pilihan Allah, Tuhan mau segala hidup mereka, harus berdasarkan hukum Tuhan, mereka harus menaati perintah Tuhan, mereka harus menjalani hidup kudus dihadapan Tuhan.  Selain itu, sebagai umat Allah mereka memiliki tanggungjawab dan kewajiban untuk melakukan apa yang menjadi kehendak dan perintah Allah.  Karena Allah yang menjadi pemimpin mereka adalah kudus, maka Allah menuntut mereka untuk hidup kudus dengan cara menaati perintah Tuhan.  Karena Allah yang menjadi pemimpin mereka, maka ketaatan pada ketetapan dan perintah Tuhan menjadi keharusan bagi bangsa Israel. 
Ketika mereka mengatakan amin, atas perintah Tuhan itu berarti mereka sadar benar bahwa perintah untuk taat bukan suatu pilihan.  Ketaatan menjadi suatu yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, karena jikalau mereka taat maka Tuhan akan memberkati mereka, namun ketika mereka tidak taat hukuman Tuhan akan ditimpahkan kepada mereka.
Dua belas kutukan yang disampaikan oleh orang Lewi atas perintah Tuhan, agar bangsa Israel mengetahuinya dan menjauhkan diri dari hal-hal tersebut adalah suatu hukum yang harus mereka taati, agar berkat Tuhan dicurahkan dalam kehidupan mereka. Namun sayangnya bangsa Israel harus jatuh dalam perbuatan yang terkutuk itu.  Semua larangan-larangan yang telah dibacakan di gunung Ebal oleh Imam atau hamba Tuhan, semua itu hanya sementara saja di dengar, beberapa waktu kemudian mereka segera melupakan,  semua larangan-larangan semua dilanggar oleh mereka.  Akhirnya Tuhan harus menetapkan keputusan Tuhan yaitu menghukum mereka,  hukuman Tuhan kepada mereka adalah bentuk teguran yang bertujuan  supaya mereka berbalik dari kesalahan mereka, tujuannya supaya datang menyembah Tuhan,  karena Tuhan mengasihi mereka.
Sama seperti dalam satu keluarga, setiap keluarga tentu punya peraturan dan hukum, yang harus ditaati, oleh setiap anggota keluarganya, sebagai org tua maka kita harus terus mengingatkan, mendidik anak-anak kita untuk taat pada peraturan dan hukum dalam keluarga.  Kalau anak-anak tidak taat, maka tentunya sebagai orang tua yang baik, ia akan menegur, menasehati, kalau anak itu tetap bandel maka orang tua akan memukulnya.  Ketika orang tua memukul anak tersebut bukan berarti orang tuanya tidak sayang kepada anak ini....tetapi justeru karena orang tua mengasihi anaknya maka ia harus memukulnya.  Dalam kitab Ibrani 12:6-8, dikatakan; bahwa tidak ada seorang anak yang tidak dihajar oleh orang tuanya, demikian juga denganTuhan, Tuhan menghajar dan menyesah orang yang diakui sebagai anak.
Apa yang dilakukan oleh Tuhan atau orang tua kepada anak-anaknya sebagai bentuk disiplin, kepada anak2nya, agar mereka menjadi anak yang baik.  Selain itu teguran dan hukuman Tuhan kepada anak-anaknya adalah suatu bentuk kasih Tuhan kepada anak-anaknya. Ibr. 12:11, katakan bahwa ketika ganjaran dan hukuman itu diberikan Tuhan bagi kita, itu bukan sesuatu yang mendatangkan sukacita tetapi dukacita.  Namun demikian melalui hukuman dan teguran Tuhan bagi kita, maka akan menghasilkan buah kebenaran dan memberikan kita damai.
Sdr. Hukuman dan teguran Tuhan  bagi kita yang melanggar perintah Tuhan, memang ketika kita mengalaminya bukan sesuatu yang enak, bahkan sesuatu yang berat untuk kita hadapi, mungkin membuat kita menderita, membuat kita bertanya-tanya tentang kebaikan Tuhan bagi kita.  Namun sebenarnya dibalik hukuman Tuhan bagi kita, Tuhan punya rencana yang lebih indah bagi kita. 
Apa maksud  hukuman dan peringatan Tuhan, kepada kita, pertama untuk mengingatkan kepada kita bahwa kita telah melanggar perintah Tuhan dan kita harus menerima konsekwensi dari dosa dan pelanggaran kita.  Sdr. setiap dosa yang kita lakukan harus kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah.   Allah kita adalah Allah yg mengasihi manusia namun Allah yang membenci dosa.   Allah kita adalah Allah yang kudus yang menginginkan kita hidup kudus.
  Kedua, supaya kita berbalik ke jalan yang benar, supaya, kita kembali taat pada perintah Tuhan.  Setiap hukuman atau kutukan Tuhan bagi umatnya memiliki tujuan agar setiap umat Allah menyadari kesalahannya dan kembali ke jalan yang benar, kembali kepada Allah.  Hukuman yang Tuhan berikan bagi orang yang melanggar perintah Tuhan semata-mata karena Allah merindukan kita menjadi anak2 Tuhan yang baik.
 Ketiga agar kita dapat menyadari kebaikan akan kasih Tuhan bagi kita.  Melalui hukuman dan teguran Allah bagi perbuatan dosa kita, menjadikan kita mengerti akan kasih Allah, yang mau mengampuni kesalahan dan dosa kita.  Firman Tuhan dalam Mazmur 103:9-13 katakan: Tidak selalu Allah menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam, tidak dilakukannya kepada kita setimpal dengan dosa kita dan tidak dibalasnya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besar kasih setianya,...sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan Nya dari pada kita pelanggaran kita, seperti Bapa sayang kepada anak-anak_Nya, demikian Tuhan sayang kepada orang yang takut akan Dia.
Saudara, bukti kasih sayang Tuhan bagi kita yang berdosa, bagi kita yang sering tidak taat pada perintah Tuhan, yaitu dengan ia mengutus Anak-Nya satu-satunya Yesus Kristus untuk datang ke dalam dunia, untuk menebus segala kutuk dosa kita, untuk menutupi segala pelanggaran kita.  Firman Tuhan katakan, Ia tidak berdosa  harus menanggung dosa dan pelanggaran kita.
Saudara, hari ini kalau kita ditegur Allah, diperingatkan oleh Allah karena dosa dan pelanggaran kita, maka kita harus bersyukur, karena teguran dan peringatan Tuhan membuktikan bahwa Tuhan masih mengasihi kita, ini menujukan bahwa dia ingin kita menyadari kesalahan kita, dia ingin kita tetap menjadi anak-Nya, karena dia ingin kita memperoleh keselamatan.
Yakobus 1:2-3 katakan: Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabilah kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.  I Korintus 10:13, pencobaan2 yang kamu alami adalah pencobaan biasa, yg tidak melebihi kekuatan manusia, karena Allah setia dan ia tidak membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.
Karena itu, ketika Tuhan memberi peringatan bagi kita, janganlah kita bosan menerima peringatan Tuhan, karena peringatan  Tuhan, menunjukan bahwa ia masih mengasihi kita, menunjukan bahwa kita masih anaknya, menunjukan bahwa masih peduli untuk keselamatan kita.  Kiranya Tuhan memberkati kita. 

Amin. 
Posting Komentar