Rabu, 21 Mei 2008

Finalitas Kristus (Kht DMgkkb pontianak)

FINALITAS KRISTUS
Kis 4:12, Yohanes 14:5-7

Pernahkah saudara mendengar perkataan seperti ini: “ Semua agama sama, …” keselamatan tidak hanya melalui Yesus Kristus,…. Dalam agama lain pun ada keselamatan…..

Saudara saya banyak mendengar orang mengatakan seperti ini….Saudara kelihatan apa yang dikatakan itu adalah kebenaran… tetapi saudara-saudara ini adalah perkataan yang menyesatkan…apalagi kalau yang berbicara itu seorang hamba Tuhan atau orang Kristen.

Mengapa hal ini adalah sesuatu yang salah……Saudara hari ini kita berbicara tentang finalitas Kristus. Apa arti finalitas Kristus?? Finalitas Kristus artinya Kristus merupakan titik final dari iman setiap orang percaya. Final disini bukan hanya sebagian dari karya Yesus tetapi seluruh keseluruhan hidup dan karya Yesus.
Yesus adalah satu- satunya juruselamat, Yesus satu-satunya Tuhan, Yesus satu jalan keselamatan dan diluar Yesus tidak ada keselamatan. Ini adalah sesuatu yang final bagi orang Kristen. Tidak ada keselamatan diluar Kristus, tidak cara lain manusia bisa selamat selain didalam Yesus Kristus.

Sdr. Ini adalah pengajaran yang sangat esensi bagi org Kristen, karena jika orang Kristen tidak meyakini finalitas Kristus, maka sama dengan dia menyangkal akan imannya kepada Kristus. Saudara kalau ada keselamatan diluar Kristus itu berarti kita tidak perlu menjadi orang Kristen dan percaya Yesus. Karena tidak melalui Yesus kita juga bisa selamat.

Saudara kekristenan saat ini sedang digerogoti oleh teologia-teologia yang menyesatkan dari para teolog-teolog liberal dan teolog-teolog yang cenderung kompromi.
Saya mencatat setidaknya ada dua ajaran yang berkembang yang menyesatkan tentang finalitas Kristus:

1. Pluralisme Agma
“Pluralisme Agama” menerima dan mengakui ada kebenaran-kebenaran dalam semua agama-agama, tanpa membuang keunikan kebenaran agama-agama yang mereka percayai.

Dan dalam perkembangannya gerakan ini yaitu “Pluralisme Agama” akhirnya melahirkan suatu teologi yang mereka sebut sebagai “Teologi Religionum”.
2. Teologia religionum
Teologi Religionum”, gerakan teologi ini lebih maju lagi, yaitu mau menggabungkan semua kebenaran-kebenaran yang ada di dalam agama-agama dan menolak semua kemutlakan yang ada di dalam agama-agama, yang dapat menjadi benteng pemisah di antara mereka. Dalam hal ini termasuk juga “Finalitas Karya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat” di dalam kekristenan. Dengan kata lain mereka menolak semua klaim agama yang bersifat ekslusif, absolute, unik dan final. Karena bagi mereka semua kebenaran dalam agama dan tentang agama itu adalah “relative”. Semboyan dari gerakan “Teologi Religionum” yang sering mereka kumandangkan adalah “Deep down, all religions are the same – different paths leading to the same goal”.[2]
Dalam konteks gereja-gereja di Indonesia, termasuk PGI…ini selalu gembar gemborkan mengenai pluralisme dan Teologia religionum: Alasan utama adalah toleransi dan menghargai agama lain.
Alasan toleransi kelihatannya adalah sesuatu yang dapat diterima, tetapi pertanyaannya apakah dengan toleransi, maka dasar iman Kristen yang sesungguhnya/hakiki harus digadaikan? Apakah dengan toleransi, maka dasar iman kita yang sangat esensi harus dihilangkan.
Toleransi adalah suatu etika bukan suatu ajaran. Kita bisa tetap toleransi tetapi ajaran iman Kristen tetap menjadi dasar pegangan kita.
Kalau kita berbicara tentang iman Kristen dimana bukan sekedar salah satu iman tetapi satu-satunya iman yang tidak dapat diperbandingkan. Seorang Kristen yang sungguh-sungguh ia harus mampu untuk menyatakan imannya, yang adalah kebenaran itu diatas segala-galanya.
Salah satu aspek yang saya rasa gagal dinyatakan oleh kekristenan adalah finalitas iman Kristen. MAsih banyak orang Kristen yang tidak meyakini bahwa keselamtan hanya melalui Yesus Kristus.
Mengapa kita menuntut iman percaya kepada Tuhan Yesus dan bukan kepada yang lain? Ketika kita mengerti berapa finalnya iman Kristen, disana kita mempunyai kekuatan untuk menyatakan iman kita pada orang lain.
Kita tidak dapat memberitakan Injil dengan benar kalau kita sendiri saja tidak yakin bahwa hanya melalui Yesus manusia diselamatkan, dan diluar Kristus tidak keselamatan dan kebenaran.
Seorang hamba Tuhan pernah mengatakan saya tidak akan menjadi orang Kristen jikalau ada keselamatan yang lain diluar Kristen.
Inilah yang kemudian membawa kita pada suatu statement final yang dikatakan oleh Kristus, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui aku ." Demikian juga statement final dari Petrus dalam Kisah 4:12 “dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”
Mengapa kita yakin bahwa Yesus adalah finalitas dari iman orang percaya, apa dasar kita mengatakan finalitas dari iman Kristen adalah Kristius:
I. Yesus satu-satunya Pemilik Surga itu ( Yohanes 14:1-2)
Yesus katakan jangan gelisah hatimu; percayalah kepada Allah dan percayalah juga kepadaku, dirumah Bapaku banyaklah tempat tinggal sebab aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagimu.

Ini adalah janji sekaligus pernyataan Yesus kepada murid-muridnya dan juga bagi semua orang yang percaya kepadanya. Ia akan menyediakan tempat atau surga bagi kita.
Yesus berbicara kepada murid-muridnya bahwa dia akan mati dan bangkit setelah itu dia akan naik ke Surga untuk menyediakan tempat bagi semua org yg percaya padanya. Karena Yesus menginginkan dimana Dia berada disitu juga anak-anakNya harus berada.

Saudara Yesus dengan jelas mengungkapakan kepada murid-muridnya, bahwa dia adalah pemilik surga itu. Dan Yesus seakan-akan mengatakan bahwa tidak seorangpun yang dapat menjamin bahwa mereka akan mendapat hidup kekal selain dirinya. Manusia atau siapapun tdk dapat menjamin seseorang utk masuk Surga ttp Yesus menjamin semua org yg percaya kepadaNya akan diselamatkan. Ini suatu jaminan dan janji Yesus kepada murid-muridnya dan juga kepada kita semua yang percaya kepada Tuhan.

Kata aku pergi untuk menyediakan tempat artinya bahwa Yesus adalah pemilik surga itu sendiri. Dia akan pergi mendahului kita untuk menyediakan tempat bagi kita. Ini Jelas menunjukan bahwa Yesus sendiri adalah pemilik surga itu. Tidak ada yang lain.

Jikalau dia adalah pemilik surga itu, tentunya anak-anaknya atau orang percaya secara otomatis disediakan tempat di Surga. tentunya dia tidak akan menyediakan tempat bagi orang yang tidak percaya kepada Dia yang bukan anak-anaknya. Apalagi orang itu menentang Yesus. Mana mungkin Ia memberikan kepada mereka surga untuk ditempati.

Contoh: Kalau saya seorang kaya, lalu saya membangun satu istana yang megah, ada taman, ada kolom renang. Maka tentunya yang menempati istana saya adalah anak saya, istri saya. Bukan orang yang memusuhi saya atau orang yang membenci saya. Demikian dengan surga. Jikalau Yesus adalah pemilik surga itu tentunya yang menikmati surga itu adalah orang percaya yaitu anak-anaknya.

Tidak ada satupun manusia, atau agama di dunia yang dapat menjamin bahwa dirinya atau pengikutnya akan masuk Surga, atau yang mengklaim bahwa Dia pemilik surga tetapi Alkitab mengatakan bahwa Yesus menyatakan dan menjamin bahwa kita untuk masuk Surga. Yesus telah menyediakan tempat bagi kita.
Sdr. Yesus adalah pemilik surga itu sendiri, dan itu adalah sesuatu final, karena hanya Yesus jelas mengatakan dan menjamin setiap percaya untuk ke Surga.
Dalam ayat 4. “dan kemana aku pergi engkau tahu jalan ke situ.

II). Yesus satu-satunya jalan menuju Surga .

Ada satu pepata mengatakan; “ ada banyak jalan ke Roma” arti pepata ini adalah bahwa untuk mencapai sesuatu ada banyak cara. Misalnya kalau saya ke Sintang ; saya bisa naik kapal laut, bisa naik pesawat , bisa naik mobil. Hanya waktunya mungkin ada yang lebih cepat ada yang lebih lama tetapi yang pasti tujuannya sama yaitu suatu kelak akan tiba di Sintang.

Saudara pepata ini tidak bisa dipakai dalam hal Surga, Alkitab mengatakan bahwa jalan satu-satunya ke Surga hanyalah melalui Yesus Kristus… Alkitab tidak mengatakan ada jalan lain selain melalui Yesus.

Yesus katakana” Akulah jalan kebenaran dan hidup tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui aku”

Mungkin ada orang yang mengatakan ada cara lain untuk masuk Ke Surga? Misalnya dengan berbuat baik, dan beramal? Tetapi pertanyaannya apakah ada manusia yang cukup baik yang yang lebih banyak melakukan yang baik dari pada berbuat dosa?

Alkitab mengatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Manusia cenderung untuk melakukan hal jahat dari pada berbuat baik. Sehingga Yesus katakan tidak satu pun manusia yang terlalu baik dihadapan Allah di dunia ini…
Jikalau demikian tidak ada cara lain untuk manusia dapat diselamatkan atau masuk Surga.

Saya adalah orang yang tidak bisa berenang, satu saat saya dengan teman-teman pergi ke pantai. Karena saya tidak bisa berenang maka saya menyewa satu ban mobil, agar supaya saya bisa berenang sama dengan tema-teman yang lain. Saking asyiknya kami mandi dipantai tidak terasa kami sudah mulai ketengah laut. Lalu tiba-tiba gelombang besar menghantam badan saya dan pelampung ban mobil yang saya pakai terlepas dari saya. Saya berusaha untuk menggapai kembali ban mobil tetapi itu semakin jauh, saya berusaha agar bisa berenang tetapi semakin saya berusaha berenang saya semakin tenggelam, dalm kondisi saya sudah tidak berdaya tersebut. Tiba-tiba saya merasa ada tangan yang memegang tangan saya dan mengangkat saya. Ternyata teman saya yang melihat saya dan menolong saya, dan akhirnya saya selamat.

Kondisi manusia yang berdosa, seperti saya yang hampir tenggelam, semakin kita berusaha untuk menyelamatkan diri,kita akan semakin tenggelam, tetapi Allah melalui Yesus Kristus dia datang untuk menyelamatkan kita.

Yesus mengulurkan tangan kasihnya mengangkat kita dari kukungan dosa, dan menyelamatkan kita.

Yesus menyelamatkan manusia, bukan dengan cara yang muda dan gampang. Alkitab mengatakan bahwa sejak manusia jatuh dalam dosa, hubungan manusia dengan Allah telah terputus. Manusia sudah diambang kebinasaan, karena upah dosa adalah maut. Tetapi oleh kasih Allah ia memberikan anakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, untuk datang ke dunia, ia relah mati untuk menebus dosa manusia.

Untuk menyelamatkan manusia, Allah bapa yang penuh kasih itu, harus relah memberikan anaknya satu-satunya, untuk menjadi manusia, untuk menderita di dunia, bahkan sampai mati di kayu salib untuk manusia.

Saudara klaalau ada cara lain, ada jalan lain mungkin Allah bapa tidak akan memakai cara ini untuk menyelamatkan manusia, tetapi tidak ada cara lain, maka dia harus merelahkan puteranya mati bagi manusia.

Alkitab mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke Surga, bukan salah satu jalan. Kalau salah satu jalan ada kemungkinan ada jalan lain untuk ke Surga.
Kalau ada jalan lain, selain harus melalui kematian Yesus. Maka Yesus tidak perlu berkorban dan mati di kayu salib. Tetapi tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Jalan satu-satunya yaitu harus melalui pengorbanan Yesus Kristus. Jalan satu-satunya yaitu Yesus harus mati dikayu salib.

Yesus ketika berdoa ditaman getsemani “ Ia katakan … Ya Bapa jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi jangan kehendaku yang jadi tetapi kehendakMulah yang jadi….Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila aku meminumnya, jadilah kehendakmu.

Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan manusia, hanya melalui pengorbanan Yesus dikayu salib.

Jikalau dikatakan Yesus satu-satunya jalan itu berarti tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa masuk ke Surga kalau tidak melalui Yesus. Agar manusia bisa selamat Yesus harus melewati jalan kesengsaraan (Via dolorosa), ia rela menjalani penderitaan, kesengsaraan dan puncaknya Ia harus mati di kayu salib. Ini Yesus lakukan untuk menyelamatkan manusia dari kukungan dosa.

Banyak orang tidak senang mendengar perkataan hanya Yesus satu-satunya jalan ke surga, tetapi kenyataannya memang tidak ada cara lain, orang untuk dapat masuk ke Surga.

Kalau ada cara lain manusia untuk masuk surga atau diselamatkan, maka Yesus tidak perlu menderita di kayu salib. Kalau ada jalan lain untuk manusia selamat lalu Yesus mati dikayu salib, maka tindakan Yesus adalah suatu hal konyol dan bodoh.

Contoh: Saya tinggal dipastori lantai dua gereja, Jikalau tiba-tiba pastori terbakar, lalu anak saya dan saya ada dilantai 2 pastori. Api sudah mulai membakar bangunan gereja/pastori. Saya lalu menggendong anak saya dan melompat dan sesaaat sebelum menyentuh tanah saya melempar anak saya ketempat yang agak empuk, lalu anak saya selamat dan saya mati. Kalau seandainya pada waktu itu tidak ada jalan lain untuk anak saya bisa selamat, maka walaupun saya mati orang akan mengatakan saya pahlawan karena rela berkorban untuk anak saya. Tetapi kalau seandainya ada jalan lain misalnya melalui pintu belakang, tetapi saya rela mengorbankan nyawa saya, maka saya adalah orang paling bodoh di dunia.
Demikian juga dengan Allah BApa, jikalu ada cara lain selain Yesus harus berkorban dan mati dikayu salib, lalu dia memakai cara seperti itu maka Allah itu adalah yang bodoh tetapi jelas cara lain, tidak ada keselamatan diluar Yesus Kristus, maka ia harus mengorbankan anak-Nya yang dikasihiNya.
Di dalam Matius 19 secara tajam Tuhan Yesus berkata bahwa jalan yang Allah persiapkan bukanlah jalan yang sederhana tetapi jalan melalui penebusan darah dan pengorbanan Kristus. Kalau hari ini dalam perjamuan kudus kita mengenang bagaimana tubuh Kristus dikoyak dan darahNya dicurahkan itu merupakan satu-satunya jalan dimana Anak Allah harus naik ke kayu salib melakukan kebajikan yang sejati demi supaya saudara dan saya dapat menjalankan kebajikan yang sejati.
Saudara tidak ada cara lain, tidak ada jalan lain, dimana manusia bisa beroleh keselamatan selain melaui Yesus Kristus. Ini adalah salah satu dari inti ajaran Kristen yang final.
Tidak ada cara lain, tidak ada jalan lain…semuanya hanya melalui Yesus Kristus.
Kalau kita kembali melihat apa yang dikatakan Petrus dalam KIsah 4:12 tadi, jelas Petrus dengan yakin mengatakan kepada Mahkama Agama. Bahwa dikolong langit ini tidak nama lain, tidaka da cara lain dimana manusia bisa diselamatkan.

3). Kristus mengatakan, "Akulah kebenaran dan hidup !"
Ada 2 macam kebenaran yaitu a). Kebenaran asasi atau kebenaran keadilan (Truth/Alitheia) yang menjadi basis dari semua kebenaran dan b). Kebenaran Rigtheusness (dikaiosune) yaitu kebenaran yang harus diproses, dibuktikan secara waktu dan diuji oleh orang lain hingga kebenaran itu nyata menjadi satu kebenaran.
Waktu Kristus mengatakan Akulah kebenaran (Truth/Alitheia) maka Ia adalah kebenaran asasi yang menentukan semua kebenaran. Saudara didalam dunia dan dalam agama apapun ada kebenaran tetapi bukan truth/alithea tetapi diakoisune/righteusnes; yaitu kebenaran yang masih harus diproses, dibuktikan secara waktu dan harus diuji.
Yesus Kristus mengatakan bahwa kebenaran bukan kepada apa tetapi kepada siapa? Maka di dalam ayat ini Yesus mengatakan, "Akulah kebenaran." Kalimat ini menjadi proklamasi yang begitu agung di tengah dunia.
Didalam dunia ini tidak ada kebenaran yang sesungguhnya, kebenaran yang sesungguhnya hanya ada didalam Yesus Kristus. Didalam dunia dan agama di dunia ada kebenaran tetapi kebenaran yang semu, yaitu masih memerlukan suatu proses pengujian yang dalam bahasa yunani diakoisune /righteusnes.
Oleh sebab itu kebenaran Yesus adalah sesuatu yang final didalam iman Kristen.
Selanjutnya Kristus mengatakan, "Akulah hidup." Hidup disini adalah hidup yang sesungguhnya karena itu merupakan hidup satu-satunya yang sanggup mengalahkan dan menghancurkan kuasa kematian.
Saudara ketika Yesus berbicara tentang kehidupan disini, Yesus tidak berbicara tentang hidup secara jasmani tetapi hidup secara rohani. Saudara semua manusia telah mati secara rohani, oleh sebab itu tidak ada satupun manusia bisa hidup diluar Kristus.
Dalam pandangan Tuhan, kita seperti zombie atau mayat hidup. Kelihatan kita hidup bergerak tetapi sebenarnya kita telah mati. Bagaimana kita bisa hidup. Tidak sumber kehidupan lain di dunia ini selain melalui Yesus Kristus.
Orang yang telah mati secara rohani tidak mungkin dapat melakukan kebenaran yang sesungguhnya. Oleh sebab itu Yesus yang telah mati ia bangkit supaya setiap orang memperoleh hidup dan hidup dalam kebenaran.
Saudara yang dikasihi Tuhan, finalitas Kristus harus menjadi satu pegangan iman kita. Kita harus mengetahui, mengimani bahwa Yesus dan karyanya adalah sesautu yang final dalam hidup kita. Keselamatan hanya ada dalam Yesus Kristus; Yesus satu-satunya jalan dan pemilik surga itu sendiri; Hanya Yesus yang adalah kebenaran sesungguhnya diluar Kristus tidak ada kebenaran yang sejati, dan yang terakhir hanya Yesus sumber kehidupan manusia.
Marilah dalam hidup kita, kita meyakini bahwa Yesus adalah satu-sunya Tuhan dan Juruselamt kita. Amin (Ev. Beni S. Regoh)
Posting Komentar