Kamis, 14 Agustus 2008

Bahan Pelajaran Agama SMA Imanuel

BAHAN PELAJARAN SMA IMMANUEL KLS XI

BAB I

10 HUKUM

  1. Sejarah singkat Allah menurunkan 10 hukum kepada bangsa Israel
  1. Apa itu 10 Hukum

10 Hukum adalah 10 perintah Allah yang diberikan kepad abangsa Israel yang dilepaskan dari perbudakan Mesir dan sedang berada di padang gurun

2. Kejadian diberikannya 10 hukum (Kel.19)

Setelah bangsa Israel melewati Laut Teberau mereka samapai di Gunung Sinai. Musa naik ke Gunung Sinai dan berbicara dengan Tuhan. Tuhan memerintahkan Musa agar orang Israel menguduskan diri mereka masing-masing. Lalu Tuhan menampakan diri kepada mereka dalam awan yang penuh asap serta guruh dan kilat sambar menyambar. Tidak seorangpun boleh mendekat apalagi menyentu gunung itu. Yang melanggar akan mati. Setelah itu Tuhan memberikan 10 hukum kepada bangsa Israel dan hokum lainnya. Setelah selesai Tuhan menuliskan dengan tangannya sendiri 10 hukum diatas 2 buah loh batu (Kel.31:18).

Setelah itu Musa turundari gunung dan mendapati orang Israel telah berbuat dosa besar dengan menyembah patung anak lembuh emas (Kel. 32). Dalam kemarahannya Musa memecahkan 2 loh batu itu. Setelah orang Israel bertobat, Musa kembali naik ke gunung Sinai dengan 2 Loh batu yang baru. 2 Loh batu itu diletakan dalam tabut perjanjian (Ul.10:1-5). Ketika Bait Allah dihancurkan oleh Musuh, tabut perjanjian itu hilang entah kemana, 2 loh batu itu turut hilang bersamanya.

  1. Isi 10 Hukum
  1. Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku
  2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun dan jangan sujud menyembah atau beribadah kepadanya
  3. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat
  5. Hormati Ayahmu dan ibumu
  6. Jangan membunuh
  7. Jangan berzinah
  8. Jangan mencuri
  9. Jangan bersaksi dusta
  10. Jangan mengingini milik sesamamu manusia

  1. Pembagian 10 Hukum

10 hukum dibagi menjadi 2 bagian besar:

1. Hukum 1-4: Hubungan manusia dengan Tuhan

2. Hukum 5-10:Hubungan manusia dengan sesame manusia

  1. Arti 10 Hukum
  1. Hukum 1: Jangan ada padamu allah lain

Artinya TUHAN melarang manusia menyembah allah lain selain menyembah Tuhan sendiri.

Alasannya Tuhanlah satu-satunya Allah sejati, Allah yang maha esa, yang Maha Tinggi yang menciptakan langit dan bumi. (Kej.14:22 bnd Kle.32:1-10)

  1. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun dan jangan sujud menyembah atau beribadah kepadanya.

Artinya TUHAN melarang manusia menyembah Allah dengan cara yang salah. Allah yang sejati adalah roh adanyanya (Yohanes 4:24). Roh tidak berwujud dan berbentuk. Maka manusia tidak boleh membuat patung atau gambar apapun ataupun benda-benda lainnya dalam bentuk apapun untuk disembah. Termasuk didalamnya gambar Allah sendiri ataupun gambar patung Yesus ataupun orang-orang yang dianggap suci.

  1. Hukum 3: Jangan menyebut nama TUHAN Allahmu dengan sembarangan

Artinya: Tuhan melarang manusia menyalahgunakan namaNya yang kudus. Dalam Alkitab nama Tuhan bukan sekedar sebagai sebutan saja, namun terkait erat dengan. Pertama: sifat dan keberadaanNya. (Mzr 20:2;Yoh 1:12) Kedua: Firman Tuhan (Mzr.22:23;Mikah 4:5). Ketiga: Nama Tuhan itu kudus adanya ( 1 Taw. 16:10;Mat.6:9) Maka Tuhan melarang manusia menyebut namanya dengan sembarangan. Menyebut nama Tuhan dengan sembarangan artinya menyalahgunakan nama TUHAN yang kudus. Tuhan memandang bersalah orang-orang yang menyalahgunakan namaNya dan Ia merasa sakit hati jika umat Tuhan berlaku demikian (Yeheskiel 36:21).

  1. Hukum 4: Ingatlah dan Kuduskanlah hari sabat.

Artinya: Tuhan memerintahkan manusia untuk beristirahat dan beribadah kepadaNya pada hari Sabat.

Kata “sabat” berasala dari bahasa Ibrani yang berarti “beristirahat atau berhenti bekerja”. Tuhan menciptakan alam semesta dan segala isinya selama 6 hari dan pada hari ke -7, Ia berhenti dan beristirahat (Kej. 1:1-23). Demikain juga Ia menghendaki manusia mengikutinya-bekerja selama 6 hari dan 1 hari beristirahat (Kel.20:8-11).

Tuhan memberikan Sabat bagi kebaikan manusia, yakni agar manusia dan alam mempunyai kesempatan beristirahat untuk memulihkan dan memperbaharui dirinya. Saat beristirahat manusia tidak boleh gunakan untuk bermalas-malas, melainkan untuk menikmati kebesaran ciptaaanya serta beribadah kepadaNya.

Orang Yahudi sangat menghormati hari sabat. Mereka mempunyai berbagai peraturan yang detail dan kaku dalam menjalankan hari sabat. Cara demikian, dicela oleh Yesus, karena tidak lagi sesuai dengana rti sabat yang sebenarnya. (Matius 12:1-14; Markus 2:23-3:6).

Hari sabat jatuh pada hari ke-7 yakni hari sabtu. Pada hari sabtu-lah orang Yahudi beribadah kepada Tuhan, namun orang Kristen mula-mula mengganti hari ibadah dari hari sabtu menjadi hari minggu (hari ke-1) (1 Korintus 16:2). Alasannya karena Yesus Kristus bangkit pada hari minggu (Matius 28:1; Markus 16:9A). Maka sampai sekarang orang Kristen beribadah kepada tuhan pada hari minggu.

  1. Hukum 5: Hormatilah ayahmu dan ibumu

Artinya: Tuhan memerintahkan manusia untuk menghormati orang tuanya (Ayah, ibu, kakek dan nenek,, bapak dan ibu mertua)). Diantara hokum-hukum yang berhubungan dengan sesame manusia. Alkitab menempatkan penghormatan kepada orang tua sebagai hokum yang pertama.

Orang yang tidak menghormati orang tuannya akan mendapat hukuman Tuhan (Kel.21:15,17; Amsal 30:17) sebaliknya ketaatan kepada orang tua akan mendatangkan berkat Tuhan.

Penghormatan orang tua diantaranya:

· Menjunjung keberadaan mereka

· Taat dan mendengarkan mereka

· Bertingkah sopan

· Mencintai mereka

· Memelihara (mencukupkan kebutuhan) mereawat serta memperhatikan mereka terutama saat orang tua sudah tua.

Efesus 6:1 menasehatkan agar menghormati orang tua didalam Tuhan. Ini berarti penghormatan orang tua harus sesuai dengan perintah Tuhan. Manusia harus lebih taat kepada Tuhan, dari pada kepada manusia (Kisah 5:29). Sesuai dengan pengajaran alkitab, penghormatan kepada orang tua tidak berarti menyembah orang tua. Manusia harus menyembah Allah saja dan menghormati orang tua. Orang Kristen harus menghormati orang tuanya selagi masih hidup. Apabilah orang tua sudah meninggal, orang Kristen tidak menyembah mereka, namun tetap dapat menghormati mereka dengan cara:

  • Mengingat segala jasa orang tua dalam membesarkan anak-anaknya
  • Berlaku baik dan mencapai prestasi yang tinggi, sehingga mengharumkan nama orang tua.
  1. Hukum ke 6: Jangan Membunuh

Artinya Tuhan melarang manusia membunuh sesame manusia. Tuhan melarang pembunuhan atas manusia karena manusia diciptakan sesuai gambar rupa Allah (Kej.1:26-27; 9:6). Hanya Tuhan yang berhak untuk mengambil nyawa manusia (Ayub 1:21). Pembunuhan adalah dosa, kecuali:

    • Pada binatang (kej.9:3) artinya manusia diperbolehkan untuk membunuh dan memakan semua binatang.
    • Apabilah pembunuhan terjadi karena membela diri dari perampok atau penjahat.
    • Apabila pembunuhan terjadi karena kecelakaan yang tidak disengaja (Ul.19:5)
    • Pada hukuman mati yang dijatuhkan oleh Negara (Roma 13:4)
    • Apabilah terjadi pada waktu perang (tentara membunuh tentara lawannya) namun tetap berlaku apabila terjadi pembunuhan oleh tentara aats penduduk sipil (orang yang melakukan disebut penjahat perang)

Hal-hal yang termasuk pembunuhan:

  • Bunuh diri
  • Merancang pembunuhan (2 Sam 12:9)
  • Menggunakan kekuasaannya untuk membunuh seseorang (1 Raja-raja 21:19)
  • Aborsi
  • Euthanasia dll.

  1. Hukum 7: Jangan berzinah

Artinya Tuhan melarang manusia melakukan hubungan seksual diluar dari pernikahan yang sah dan benar. Tuhan menginginkan manusia menghormati pernikahan. Hanya didalam pernikahan, hubungan seksual diperbolehkan. Dan pernikahan yang sah dan benar adalah 1 orang laki-laki dan satu orang perempuan.

Hubungan seksual yang dilarang oleh Tuhan (Kel.18):

  • Hubungan seksual sebelum pernikahan/premarital seks (Percabulan)
  • Hubungan seksual antara seorang suami dengan wanita lain ataupun seorang istri dengan laki-laki lain (Berzinah)
  • Hubungan seksual laki-laki dengan laki-laki lain (Homoseksual)
  • Hubungan seksual wanita dengan wanita (Lesbian)
  • Hubungan seksual manusia dengan binatang (Bestial).

  1. Hukum 8: Jangan kamu mencuri

Artinya: Tuhan melarang manusia mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Segala sesuatu adalah milik Tuhan, maka hanya Tuhan berhak mengambil dan memberikan nya kepada manusia (Maz 24:1). Oleh sebab itu Tuhan melarang manusia mengambil milik orang lain. Milik orang lain dapat berupa harata benda, buah pikiran, reputasi dlsb.

  1. Hukum 9: Jangan bersaksi dusta

Artinya: Tuhan melarang manusia berbohong atau mengucapkan hal-hal yang tidak benar.

Tuhan menginginkan manusia jujur dalam setiap aspek kehidupannya termasuk didalam perkataan. Hanya dengan kejujuran manusia dapat membina hubungan yang baik dengan sesamanya. Allah adalah Allah yang benar dan tiada kecurangan dan dusta (Ulangan 32:4;Ayub 34:10) sebaliknya iblis adalah Bapa pendusta (Mat.5:37; Yoh. 8:44)

  1. Hukum 10 : Jangan Mengingini milik sesamamu manusia

Artinya: Tuhan melarang manusia tamak atau iri hati akaan segala sesuatu yang ada pada orang lain. Tuhan menginginkan manusia, hidup bersandar kepada Tuhan untuk segala keperluan hidupnya dari hari ke hari. Tuhan Yesus mengajarkan berdoa bagi kebutuhan hidup secukupnya (Matius 6:11). Tuhan melarang manusia tamak dan iri hati terhadap orang lain. Tamak akan harta adalah sumber kejahatan (I Tiomotius 6:10).

  1. Hubungan antara Bagian 1dan 2 dari 10 Hukum
  1. 10 Hukum dibagi menjadi dua bagian besar:
    • Bagian 1: Hukum 1-4; hubungan manusia dengan Tuhan
    • Bagian 2: Hukum 5-10: Hubungan manusia dengan sesame

  1. Yesus menyimpulkan 10 Hukum sebagai hokum kasih (matius 22:37-40)

  1. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu
  2. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri

  1. Beberapa hal yang penting yang perlu diperhatikan:
    • Hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesamanya berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan.
    • Hubungan manusia dengan tuhan mendahului hubungan manusia dengan sesama
    • Manusia harus mempunyai hubungan yang benar dengan Tuhan, setelah itu baru dapat mempunyai hubungan yang benar dengan sesamanya.
    • Kasih kepada Tuhan harus diwujudkan dengan kasih kepada sesame.

  1. Yesus Kristus mengggenapi dengan sempurna Utuh 10 Hukum (matius 5:17)
  1. Yesus menggenapkan hokum Taurat, mempunyai 3 arti:
    • Yesus melengkapi hukum-hukum pengajaran-pengajaran di Perjanjian lama
    • Semua nubua tperjanjian lama telah digenapkan oleh kedatangan Yesus Kristus
    • Yesus memenuhi semua standar moral dan etika hokum Taurat (dimana tidak seorangpun manusia yang mampu memenuhinya)
  2. Yesus memberikan arti sesungguhnya 10 hukum

· Seluruh hokum dapat disimpulkan ke dalam 2 hukum, yakni kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia

· Jikalu manusia mengasihi Allah maka ia hanya akan menyembah Allah yang benar dan menyembah Allah dengan cara yang benar, menguduskan namaNya dan menyediakan waktunya untuk beribadah kepada Tuhan.

· Jiklau manusia mengasihi sesamanya; maka ia akan menghormati orang tuanya, maka ia tidak akan membunuh, berzinah, mencuri, berdusta atau irih hati terhadap sesamanya.

· Maka sebagai contoh:

- Menguduskan hari sabat, tidak sekedar tidak bekerja( Bermalas-malasan, berekreasi, piknik dsb) melainkan menggunakan hari itu untuk memuliakan nama Tuhan dengan cara beribadah kepadaNya dan melayaninya.

- Membunuh tidak sekedar tidak mengambil nyawa orang lain, tetapi membenci sesame manusia juga sudah membunuh, karena akar dari pembunuhan adalah kebencian.

- Berzinah tidak sekedar perbuatan diluar, tetapi ahti yang bengkok dan pikiran kotor juga termasuk perzinahan ( matius 5:27-32)

Posting Komentar