Selasa, 12 Agustus 2008

Panggilan Untuk Ikut Menderita

Panggilan Untuk Ikut Menderita

Matius 16:21-28 (Kht. pemuda GKKB Ptk, 10 agt 08)

Hari ini kita membahas satu thema yang begitu menarik, panggilan untuk ikut menderita. Thema yang jarang dibahas oleh gereja-gereja pada saat ini. Kenapa thema ini jarang dikhotbahkan oleh gereja saat ini. Alasannya jikalau gereja banyak mengkhotbahkan tentang thema penderitaan maka banyak orang akan pergi dari gereja karena manusia saat ini lebih senang jikalau mengikut Tuhan itu dengan cara yang enak, mudah dan gampang. Banyak kita mendengar khotbah-khotbah baik di TV, digereja-gereja tertentu, yang selalu berbicara tentang berkat-berkat, kesuksesan,. Kalau engkau menjadi orang Kristen, maka engkau akan diberkati, maka engkau akan sukses, engkau akan hidup lebih baik dlsb. Jarang berbicara tentang penderitaan ketika mengikut Yesus.

Sdr, Tuhan Yesus ketika memanggil murid-murid Yesus, ia tidak pernah menjanjikan kepada murid-murid Yesus, bahwa ketika mengikut dia hidup mereka akan enak, lancer-lancar, tanpa pergumulan dan tanpa masalah..tidak … tetapi Yesus dengan terus terang mengatakan bahwa ketika mereka memutuskan untuk mengikut Yesus, maka mereka akan banyak mengalami tantangan dan penderitaan.

Mereka akan menghadapi tantangan dari keluarga, dari lingkungan mereka, dan banyak mengalami penderitaan. Bahkan Yesus mengatakan serigala memiliki lobang tetapi anak manusia tidak memiliki tempat untuk meletakan kepalanya.

Yesus tidak berusaha menutup-nutupi; Yesus dengan jelas mengatakan bahwa setiap orang yang hendak mengikutinya ia harus rela untuk menderita.

Saudara hari ini jikalau saya bertanya adakah diantara kita ketika memutuskan untuk mengikut Yesus, dia mengetahui dengan jelas konsekwensi menjadi murid Kristus? Ketika menjadi murid Kristus dia akan mengalami berbagai tantangan dan pergumulan?

(Kelas katekisasi: Sering diminta membuat kesaksian mengapa mau percaya kepada Yesus?)

Namun saudara Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa salah satu panggilan orang percaya adalah ikut menderita bersama Kristus. Turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus.

Saudara apa yang dimaksud dengan panggilan untuk ikut menderita? Penyebab penderitaan itu ada bermacam-macam: Ada penderitaan oleh karena dosa kita; penderitaan oleh karena kelalaian kita. Yang dimaksud dengan penderitaan disini: Adalah kita menderita karena Kristus. Oleh karena kita percaya Tuhan kita menderita; oleh karena kita menjadi pengikut Kristus akhirnya kita kucilkan dari keluarga, oleh karena aku memberitakan Injil aku dipenjara, oleh karena aku melayani Tuhan maka terpaksa aku meninggalkan kota kelahiran, sanak keluarga, dibenci, diperlakukan tidak adil, disalah mengerti dlsb..

Jadi jangan oleh karena kesalahan kita sendiri, oleh karena dosa yang kita lakukan kita mengatakan oh…. Ini adalah bagian dari panggilan Kristen.

Rasul Paulus mengatakan, sebagai orang percaya kita harus mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Penderitaan adalah bagian dari panggilan hidup sebagai orang percaya. Karena penyelamatan yang Tuhan berikan bagi kita bukan dengan cara yang mudah dan gampang. Tetapi melalui jalan salib dan penderitaan. Rasul Paulus mengatakan kepada Timotius; karena engkau telah menerima karunia keselamatan maka engkau harus mengambil bagian dalam penderitaan Kristus.

Sebagai orang yang telah menerima anugerah keselamatan, maka seharusnya kita mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, bukan untuk menghindari. Tetapi bukan untuk mencari-cari tetapi jikalau kita diperhadapkan dengan penderitaan maka kita harus siap menghadapi.

Saudara bagaimana cara untuk ikut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus; setidak-tidaknya ada tiga cara ; Menyangkal diri, pikul salib dan ketiga mengikut Tuhan dengan setia.

I. Menyangkal diri

Matius 16: 24 – 26 adalah bagian dari pengajaran/kotbah Tuhan Yesus yang berbicara tentang harga yang perlu dibayar untuk benar benar dapat menjadi murid Tuhan yang sejati. Yesus dengan jelas memberitahukan tentang syarat-syarat menjadi seorang pengikut Kristus. Yesus mengatakan hal pertama yang diharus dilakukan seorang murid Kristus adalah ia harus menyangkal diri.

Apa yang dimaksud dengan menyangkal diri? Menyangkal diri bukan berarti kita melepas semua identitas pribadi kita, tetapi ketika kita mau mengikut Tuhan maka sebagai manusia yang berdosa ada banyak kelemahan kita, keegoisan kita, kedagingan kita, si aku kita yang lama, segalah kebanggan pribadi kita, inilah yang perlu disangkal. Termasuk status kita dalam masyarakat.

Sdr. Rasul Paulus sebelum ia percaya Tuhan, ia adalah seorang yang sangat terkenal, seorang yg dihormati, seorang anggota Sanhedrin, seorang yang sangat kaya, berpendidikan tinggi, orang Yahudi juga orang Romawi. Tetapi setelah mengikut Yesus ia banyak mengalami berbagai penderitaan, dia dipenjara, di derah, mengalami sakit penyakit, sering kelaparan, dlsb. Segala kebanggan pribadi dan kehormatan dia tinggalkan.

Ketika kita mengikut Tuhan maka semua kebanggan pribadi kita sebagai manusia kita bawa kehadapan Tuhan dan dengan kerendahan hati kita diletakan dikaki Kristus.

Dan kita membiarkan Tuhan yang membentuk pribadi kita, seperti seorang penjunan yang membentuk penjunan. Ketika kita dibentuk memang begitu sakit tetapi semua untuk kebaikan kita.

Saudara syarat untuk menjadi murid Kristus memang berat dan tuntutannya juga tinggi.. Tuhan Yesus dengan jelas mengajar kita bahwa untuk menjadi seorang murid Tuhan yang sejati jauh lebih susah, sukar daripada sekadar memasuki atau mendaftar masuk suatu agama baru.


Tuhan Yesus tidak pernah memberi ‘umpan’ agar banyak orang mau dan tertarik menjadi muridNya. Sebaliknya Tuhan Yesus dengan terus terang mengatakan, kos, harga menjadi murid Tuhan itu mahal dan menuntut pengorbanan besar.

Bagaimana kotbah dan pengajaran kita hari ini?


Minta maaf, hari ini banyak hamba Tuhan, banyak gereja menggunakan ‘umpan’ untuk menarik domba domba (gembala juga) Tuhan Yesus kekandang mereka.

Sorga sudah di jual murah, lelang, obral (indo): Keselamatan di jual dengan mujizat, keselamatan ditukar dengan kesuksesan, yang palsu.

Bagi kita yang dianugerahkan Tuhan karunia untuk menginjili, kita perlu berhati-hati jangan menawarkan keselamatan dengan janji-janji palsu, atau mengiming-iming sesuatu. Misalnya kalau kita menginjil orang sakit; kita berjanji kalau percaya Yesus sakit akan sembuh, mengikut Yesus hidup kita akan lebih enak dlsb. Memang mengikut Yesus ada sukacita, ada janji-janji berkat tetapi juga ada harga yang harus dibayar. (besuk org sakit)

Saudara keselamatan yang kita terima hari ini, tidak didapat dengan gampang. Yesus yang adalah Tuhan itu, ia harus melewati jalan salib, dia harus diderah, disesah disalib, dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan saudara dan saya. Yesus harus menyangkal ke _Allahan-nya IA merendahkan diri serendah-rendahnya menjadi sama seperti manusia, untuk menyelamatkan manusia berdosa. Dan jalan salib itu harus ditempuh oleh Yesus untuk menyelamatkan manusia.

Oleh sebab itu keselamatan itu bukan barang murahan. Mengikut Yesus bukan suatu hal mudah dan gampang.

Tuhan Yesus mengajarkan syarat yang begitu berat untuk menjadi pengikut Kristus , tetapi hari ini gereja menjual dengan murah dan gampang. Apa akibat dari keselamatan dijual begitu murah, ada banyak orang Kristen yang tidak memiliki dasar iman yang kuat.

Ketika menghadapi masalah pergumulan hidup, penderitaan ketika mengikut Kristus, banyak yang menjadi Yudas, yang menjual Kristus, oleh karena diiming-imingi oleh uang, banyak menjadi seperti Petrus ketika menghadapi tantangan didepan oleh karena menjadi pengikut Kristus dia menyangkal Kristus.

Saudara setiap kita dituntut untuk dapat menyangkal diri kita untuk mengikut Yesus? Menyangkal diri artinya: Kita mampu untuk berkata tidak untuk ambisi pribadi kita, keinginan daging kita, dan sebaliknya ya untuk kehendak TUhan sekalipun itu susah dan mahal.

II. Pikul Salib

Saudara pada ayat 21 “ Yesus mengatakan kepada murid-muridnya, bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem, dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, Imam-imam kepala dan ahli Taurat, lalu dibunuh dan akan dibangkitkan. “ Bagaimana respon Petrus ketika Tuhan Yesus mengatakan ini…Petrus menegur Yesus” Allah akan menjauhkan hal itu itu sekali-kali penderitaan itu tidak akan menimpah kamu.

Kelihatan apa yang dikatakan Petrus itu baik, rohani…mana mungkin Allah akan membiarkan Yesus mengalami penderitaan.

Saudara ketika Yesus mendengar apa yang dikatakan oleh Petrus Yesus marah dan mengatakan ..Enyahlah kau Iblis, engkau akan menjadi batu sandungan bagiku, sebab engkau bukan memikirkan, apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan Manusia.

Saudara Petrus memikirkan bahwa penderitaan itu harus dihindari, Yesus tidak perlu harus menderita. Apalagi sampai mati di Kayu salib. Tetapi Yesus mengatakan dengan jelas pada ayat selanjutnya, bahwa setiap orang yang mau mengikut Yesus ia harus menyangkal diri dan pikul salib.

Untuk menyelamatkan manusia, maka Yesus harus menanggung banyak penderitaan, Yesus harus mengalami semua itu. Yesus tidak dapat menghindari hal tersebut, ia harus memikul salib. Demikian juga dengan pengikut Yesus, maka ia harus memikul salib.

Salib adalah beban dan tanggung jawab yang harus kita pikul sebagai seorang pengikut Kristus. Setiap orang yang mengikut kristus pastilah merasakan beban salib-nya masing-masing, sebab salib utamanya telah dipikul oleh Tuhan Yesus. Setiap kita harus mampu memikul salibnya masing-masing sebagai akibat pengakuan percaya kepada Yesus.

Mungkin pada satu saat kita diperlakukan tidak adil oleh sesama kita, apakah keluarga kita maupun rekan sekerja karena kita mengikut Tuhan Yesus. Itu akan menjadi bagian dan konsekwensi iman kita ketika kita mengikut Yesus..

Dalam Matius 16: 24 tadi, Tuhan Yesus berkata ‘ia harus memikul salibnya’. Setiap kita ada salib masing masing. Kita tidak dapat memikul salib Tuhan Yesus, sebaliknya kita diminta untuk setia memikul salib kita masing masing, setiap hari.

‘Salib’ pada zaman Tuhan Yesus bukan sesuatu yang asing. Orang orang Romawi – mereka mengerti salib adalah cara hukuman mati bagi pelanggar hokum yang ditujukan kepada orang non romawi. Salib adalah lambang kematian bagi orang orang yang berani melawan kuasa Romawi. Oleh sebab itu tidak heran ada catatan yang menulis bahawa sepanjang kehidupan dan pelayanan Tuhan Yesus di bumi ini, sekitar 30 ribu orang yang mati di salib oleh penguasa Roma.

Dengan demikian seseorang yang memikul salib adalah orang yang mulai melangkah pada jalan kematiannya dengan memikul salibnya sendiri menuju tempat ia akan disalibkan, dan dia tidak akan pernah kembali lagi. Oleh sebab itu, bagi seorang murid Kristus, ‘memikul salib’ adalah suatu kerelaan hati untuk mulai menempuh jalan kematiannya sendiri. Untuk menempuh jalan penderitaan, demi satu tujuan menyenangkan hati Tuhan.

Menjadi murid Tuhan Yesus merupakan suatu bentuk kerelaan hati untuk tetap setia berada dalam pelayanan Tuhan dan siap untuk menderita dari segala sikap orang yang tidak menghormati iman Kristian, kepedihan hati, penolakan, bahkan kematian demi dan kerana iman kepada Tuhan Yesus,.

Salib adalah symbol / lambang penderitaan, penghinaan bahkan kematian.
Tuhan Yesus berkata, pikulah salibmu artinya siapkanlah hati mu (jiwa raga kita) untuk segala tantangan, ketika kita menjadi pengikut Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan: Dunia membenci kita karena kita tidak berasal dari dunia, (Yoh 15: 18 – 19) oleh sebab itu kita melihat bahwa sepanjang zaman sejarah gereja berbagai tempat termasuk di Indonesia, banyak orang Kristen mengalami penderitaan, banyak orang percaya diperlakukan tidak adil, gereja dibakar, ditutup dan tidak sedikit hamba Tuhan, dan orang percaya mati karena iman mereka kepada Tuhan. (Poso dan Ambon)

Saudara setiap kita diberikan salib masing-masing untuk kita pikul, mungkin ada yang berat ada yang ringan. Berat atau ringan bukan menjadi masalah, tetapi pertanyaannya maukah kita memikul salib yang telah disiapkan bagi kita dengan kerelaaan?

Banyak orang memiliki pemikiran seperti Petrus, kalau bisa jalan salib itu dihindari, kalau bisa salib itu tidak dipikul, tetapi Tuhan Yesus mengatakan bahwa menjadi pengikut Kristus salib itu harus dipikul, kita tidak boleh melarikan diri dari tanggungjawab dan panggilan kita.

Saudara ketika saya mengatakan salib itu harus dipikul dan tidak dihindari, bukan berarti kita tidak bijaksana atau mencari-cari masalah. Tidak ….Tetapi jikalau salib itu harus kita jalani, maka kita harus siap hadapi. Segalah kepahitan, penderitaan yang kita alami oleh kita percaya Tuhan, maka kita harus siap menerimanya.

Tuhan Yesus berkata, ‘pikullah salibmu dengan jelas memberitahu kita ada jalan salib, jalan penderitaan untuk setiap orang percaya yang adalah murid muridNya Tuhan Yesus.

Saudara jika hari ini ada diantara kita, yang mengalami penderitaan pergumulan ketika kita mengikut Tuhan. Pikulah dengan segala kerelaan dan sukacita. Ingatlah bahwa salib yang paling besar telah dipukul oleh Yesus untuk menyelamatkan kita. Pikulah salib itu dengan penuh sukacita; memang salib itu berat, tidak mengenakan..tetapi biarlah kita terus memikul salib tersebut.

III. Setia Mengikut Yesus

Saudara kalau terpaksa kita mengalami penderitaan oleh karena kita mengikut Yesus. Kita harus tetap setia. Sebagaimana diatas telah saya katakan bahwa mengikut Kristus, kita tidak lepas dari berbagai penderitaan dan pergumulan. Kita harus akan memikul salib Kita jangan menyangkal iman kita.

Tuhan Yesus melalui rasul Yohanes, ia mengingatkan jemaat Smirna dalam Wahyu 2:10 “Jangan takut akan apa engkau derita, engkau dipenjara, engkau akan dicobai oleh iblis, tetapi hendaklah engkau setia sampai mati dan aku akan mengaruniakan engkau mahkota kehidupan.

Sampai dimana batas kesetiaan kita kepada Yesus?

Saudara nasehat diberikan Tuhan Yesus kepada jemaat Smirna jelas. Yesus tidak memberikan batas kesetiaan yaitu sampai kita mengalami penderitaan dan kesusahan. bukan saja kesetiaan sampai ketika difitnah atau dihujat dengan berbagai tuduhan palsu. Oh itu cukup ..Tidak…

Tuhan Yesus memberikan ‘batas’ kesetiaan itu: SETIA SAMPAI MATI! Ini berarti komitment yang rela bahkan menyerahkan nyawa sekalipun!

Apakah tuntutan Tuhan Yesus ini berlebihan? Bagaimana dengan pengalaman rasul-rasul serta bapak-bapak gereja sepanjang segala abad dan tempat? Kata setia sampai mati tsb sebenarnya merupakan contoh teladan dari Tuhan Yesus sendiri (Yoh.4:34;17:4;19:30). Begitu banyak para martir yang mati demi iman mereka kepada Yesus. Dimulai dengan Stefanus yang dirajam dengan batu….


Kesetiaan Kristen bukan sekedar fanatisme, tapi itu sungguh merupakan respon kasih kita kepada Allah. Kesetiaan Kristen bukan nekad yang berakhir kepada kesia-siaan. Tuhan Yesus menegaskan satu hal penting: Barang siapa setia sampai akhir ia akan menerima MAHKOTA KEHIDUPAN. Itulah janji Yesus kepada setiap orang yang dengan setia mengikut Tuhan.

Saudara sehubungan dengan kita berbicara tentang kota Smirna, Smirna adalah satu kota yang paling banyak orang Kristen dibunuh karena iman kepada Yesus. Salah satu yang terkenal adalah Polykarpus. Dia dipaksa untuk menyangkal Kristus tetapi ia tidak menyangkal Kristus . Dia diperhadapkan dengan pilihan, satu pilihan dia harus menyembah kaisar dan menyangkal Kristus, tetapi ia tegas menolak. Dia mengatakan bahwa 86 tahun aku melayani dan mengikut Yesus, selama ini tidak sekalipun Ia mengecewakan aku, mana mungkin diakhir hidup saya, saya mengecewakan Yesus. Akhirnya Ia ditangkap di seret dan dibakar hidup-hidup.

Salah satu doa ketika dia sedang dibakar, ia berdoa: Hambamu bersyukur kepada Tuhan, bahwa hambamu turut mengambil bagian dalam penderitaan Engkau, meminum cawan pahit, dan bersama-sama dengan para martir yang telah mendahuluinya.

Bagaiamana dengan kita hari ini?

Saudara hari ini banyak orang percaya yang begitu cepat menyangkal Kristus, ketika mengalami penderitaan, pergumulan sedikit saja langsung meninggalkan Tuhan. Ada banyak anak pemuda Kristen yang berani menjual iman mereka oleh karena pasangan hidup. Ada banyak orang Kristen yang menjual iman mereka dengan pekerjaan, jabatan, dlsb.

Saudara penderitaan adalah bagian dari panggilan hidup orang Kristen,

Dietrich Bonhoeffer, seorang pendeta Lutheran yang dihukum gantung di Kamp konsenterasi, di Jerman pada 9-4-1945 menegaskan: “Penderitaan adalah lencana orang Kristen sejati.

Apa artinya? Artinya adalah suatu kebanggaan, kebahagiaan jikalau kita diizinkan untuk mengalami penderitaan oleh karena mengikut Yesus. Karena dengan demikian kita sudah turut bersama-sama dalam penderitaaan Yesus. Amin

Posting Komentar