Kamis, 07 Januari 2010

Kebaikan Allah

Khotbah Dewasa Madya
Tgl. 15 Maret 2009

KEBAIKAN ALLAH
Mazmur 103:1-5

Pernahkah kita mengalami kesulitan untuk mempercayai kebaikan Allah ketika situasi kita tampaknya dirundung dengan malapetaka? Pernahkah kita bingung ketika melihat hasil berbeda yang didapat oleh dua orang yang sakit parah: yang satu disembuhkan, sedangkan yang lain meninggal dunia? Pernahkah kita protes kepada Tuhan karena orang yang kita kasihi telah dipanggil-Nya pada saat kita masih sangat membutuhkan dia? Kalau kita mau jujur di hadapan Allah (kalau menyembunyikan hal ini pun Tuhan pasti tahu), kita pasti mengakui kalau kadangkala kita mempertanyakan kebaikan Allah.

Oslwald Chambers mengatakan: "Akar dosa adalah kepercayaan bahwa Allah tidak baik." Ada banyak peristiwa dan situasi yang kita hadapi di dunia yang telah jatuh dalam dosa ini yang memberikan kesan bahwa Allah tidak baik: gempa bumi, kelaparan, badai dan banjir yang memusnahkan banyak komunitas, penyakit dan lain sebagainya.

Saudara ketika seseorang mempertanyakan kebaikan Allah di dalam hidupnya? Maka sebenarnya ada dua kemungkinan:
1. Orang tersebut tidak pernah menyadari akan kebaikan Tuhan
Saudara begitu banyak manusia tidak menyadari bahwa Allah itu baik dalam hidupnya. Kebanyakan orang yang tidak menyadari kebaikan Tuhan, bukan orang yang berkekurangan, bukan orang yang pernah mengalami hal yang berat dalam hidupnya, tetapi orang yang hidupnya aman-aman, dan relative baik.
Orang yang tidak menyadari kebaikan Allah maka orang tidak akan pernah bersyukur akan kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Ia merasa bahwa kehidupannya itu berjalan secara alamia, Orang seperti ini menganggap apa yang dialami, apa dipunyai adalah karena usaha dia.
Menurutnya apa yang dimiliki adalah bagian dari usaha dan kekuatan dirinya, bahkan dia akan merasa bahwa dia pantas untuk mendapatkan semua yang dimiliki saat ini.

2. Orang tersebut tidak pernah merenungkan akan kebaikan Tuhan
Saudara orang yang tidak pernah merenungkan kebaikan Tuhan, adalah orang yang sebenarnya tahu bahwa Tuhan itu baik. Tetapi dia dia tidak mau tahu. Dia cuek…apakah Tuhan itu baik atau tidak.
BAhkan ketika berkat-berkat Tuhan begitu nyata dalam hidupnya, ia merasa bahwa itu suatu yang wajar dia menerima hal tersebut, dia tidak memikirkan bahwa itu dari Tuhan atau bukan dari Tuhan.

Saudara dalam pembacaaan kita tadi kita melihat bagaimana , Daud begitu memahami akan kebaikan Tuhan didalam hidupnya. Daud selalu merenungkan akan kebaikan Tuhan dan tidak pernah melupakan akan kebaikan Tuhan.
Saudara kalau kita perhatikan dalam setiap Mazmur Daud, ia selalu mengungkapkan tentang kebesaran dan kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Ia selalu mendahului dengan pujian, pengagungan dan ucapan syukur kepada Allah. Apa yang menyebabkan Daud selalu mengungkapkan tentang kebaikan Tuhan dalam hidupnya?

Pertama: Memang Daud banyak mengalami pertolongan dan kebaikan Tuhan dalam hidupnya.
Kedua : Daud banyak mengalami masalah dan pergumulan dalam hidupnya.

Sdr. Ketika kita berbicara tentang kebaikan Tuhan, maka kita tidak boleh berfikir bahwa kebaikan Tuhan, itu hanya dilihat ketika hidup kita aman-aman dan tidak kekurangan sesuatu apapun, ketika kita tidak punya masalah dan pergumulan, tetapi sebenarnya untuk kita dapat memahami kebaikan Tuhan maka perlunya kita mengalami berbagai masalah dalam hidup kita.. Seorang yang tidak pernah mengalami berbagai masalah yang besar dalam hidupnya, ia akan sulit mengetahui akan kasih dan kebaikan Tuhan.

Sdr. Kalau kita feed back kembali akan kehidupan Daud, maka kita akan menemukan bagaimana jalan kehidupan Daud.

Sdr. Ketika Daud mengatakan ingatlah kebaikan Tuhan, bukan berarti bahwa kehidupan Daud berjalan mulus. Tetapi sebaliknya dalam kehidupannya ia banyak mengalami masalah berat pergumulan yang berat. Misalnya ketika ia masih menjadi seorang gembala domba, dia banyak menghadapi marah bahaya, ketika dia menjadi panglima perang dia menjadi musuh no 1 dari Saul , Saul berusaha membunuhnya, ketika dia sudah menjadi raja anaknya ingin mengkudeta dirinya dan harus lari kesana kemari karena akan dibunuh oleh anaknya.
Tetapi dibalik semua kejadian, permasalahan yang dialami, maka disitulah dia menemukan akan kebaikan Allah. Dengan berbagai peristiwa yang dialami dia melihat bagaimana campur tangan dan perlindungan Tuhan dalam hidupnya. KAlau bukan kebaikan Tuhan, mungkin dia sudah mati, mungkin dia tidak menjadi raja Israel dlsb. .

Saudara terkadang Tuhan mengizinkan berbagai masalah dan pergumulan menghampiri kita, tujuannya agar kita dapat mengetahui akan kebaikan Allah. Kalau kita tidak pernah mengalami apa yang dinamakan pergumulan dan masalah mungkin kita akan menjadi seperti orang yang saya katakan diatas, yaitu orang yang tidak pernah menyadari akan kebaikan Tuhan, atau orang yang tidak pernah merenungkan akan kebaikan Tuhan.

Jadi, kebaikan Allah tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, tetapi dapat dilihat dari berbagai hal. Oleh sebab itu melalui firman Tuhan hari ini Daud mengajarkan kita tiga hal yang penting untuk kita lakukan sebagai orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan:
I. Selalu mengucap Syukur dan memuji akan kebaikan Tuhan (ay.1-2)
Bagaimana seorang dapat mengucap syukur dan dapat memuji Tuhan? Seseorang dapat mengucap syukur jikalau dia selalu melihat kebaikan Tuhan. Seorang dapat mengucap syukur jikalau kehidupannya baik, seseorang dapat mengucap syukur jikalau kehidupannya berkecukupan. Tetapi bagaimana jikalau dalam hidup kita, kita menghadapi musibah, pergumulan berat, masalah ekonomi yang begitu berat. Dapat kita mengucap syukur atau memuji Tuhan?
Saudara bukan hal yang mudah untuk bersyukur dalam kondisi dimana kita mengalami pergumulan, bukan hal yang mudah kita mengucap syukur ditengah-tengah kondisi hidup tidak menentu.
Saudara ada banyak hamba Tuhan yang begitu gampang menasehati jemaat dengan perkataan “mengucap syukur” sehingga terkadang jemaat merasa bahwa ada banyak hamba Tuhan tidak punya perasaan, tidak berperi kemanusiaan. Mana mungkin ditengah masalah yang begitu berat saya dapat mengucap syukur dan dapat memuji Tuhan?
Bagaimana mungkin orang yang dalam kondisi sekarat, diminta untuk mengucap syukur! Bagaimana mungkin orang sudah memiliki masalah yang berat yang menyebabkan dirinya stress dikatakan harus mengucap syukur?
Saudara dalam Mazmur 103:1-2, pemazmur mengungkapkan bahwa bersyukur dan memuji Tuhan itu bukan didasarkan oleh factor eksternal tetapi dari factor internal. Memuji Tuhan itu harus berasal dari diri kita sendiri. Pemazmur mengungkapkan “pujilah Tuhan hai jiwaku” =Pujilah namaNya dengan segenap batinku”.
Saudara pujian kepada Tuhan adalah sesuatu yang sebenarnya harus berasal dari diri kita, karena kesadaran kita akan kebaikan Allah. Jadi ketika kita memuji Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan kita menyadari bahwa Allah itu baik. Itu harus muncul dari hati kita yang terdalam, itu adalah bagian dari hidup orang percaya.
Pujian dan syukur kepada Tuhan, adalah sesuatu yang memang layak Tuhan terima dari kita manusia.
Mengapa kita sulit memuji Tuhan atau bersyukur kepada Tuhan ketika kita mengalami berbagai pergumulan dalam hidup kita? Terkadang kita manusia memikirkan kebaikan Tuhan itu dari perspektif kita manusia, misalnya kebaikan Tuhan itu selalu dinyatakan dalam bentuk berkat jasmani, kebaikan Tuhan bentuk kemakmuran, kebaikan Tuhan dalam hal-hal yang baik-baik saja. Kebaikan Tuhan dilihat dari skop yang kecil, kalau miskin berarti tidak diberkati Tuhan, kalau sakit tidak diberkati Tuhan. Sehingga ada banyak orang yang mengatakan aku kecewa kepada Tuhan. Aku ini sudah mengikut Tuhan, melayani Tuhan, berikan perpuluhan tetapi ada-ada saja masalah yang aku alami. Ketika hidup kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita merasa bahwa Tuhan tidak baik bagi kita.
Saudara apalagi kalau ditambah dengan pengajaran yang sesat akhir-akhir ini dengan teologia kemakmuran, “kalau engkau sakit, berarti engkau tidak diberkati, engkau miskin engkau tidak diberkati” dlsb. Orang yang sudah sakit, punya masalah yang berat diajarkan ajaran seperti ini, maka dia bukan lebih dekat kepada Tuhan tetapi akan meninggalkan Tuhan.
Kita melihat kebaikan Tuhan itu dari kaca mata kita manusia yang terbatas, cara pandang kita yang terbatas. Kita tidak melihat kebaikan Tuhan menurut cara dan pandang Allah.kita tidak melihat kebaikan Allah menurut rencana kekal Allah.
Saudara salah satu contoh tokoh Alkitab yang melihat kebaikan Allah menurut cara pandang dan rencana Allah yaitu Yusuf. Sebagian besar kehidupan Yusuf dialami hal yang tidak baik dengan masa yg sulit. Mulai dari rumah orang tuanya, ia dibenci oleh saudara-saudaranya, lalu ia dijual, baru menghadapi kehidupan yang enak di rumah potifar ia sudah di fitnah, dia dipenjara dlsb. Bisa jadi ketika dia di jual oleh sdr-sdr dia mengatakan Tuhan itu tidak baik, ketika ia di fitnah bisa jadi ia mengatakan Tuhan itu tidak baik, ketika ia dipenjara, ia bisa mengatakan bahwa Tuhan itu tidak baik. Tetapi ia tidak mengatakan demikian.
Sehingga ketika saudara-saudaranya datang meminta maaf atas apa yang mereka lakukan kepada Yusuf. Yusuf mengatakan mereka tidak perlu minta maaf karena memang Allah sudah merencanakan hidupnya sedemikian rupa. Dikatakan Yusuf “ Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah me-reka-rekakan untuk kebaikan dengan maksud seperti yang terjadi sekarang ini, yaitu untuk memelihara hidup suatu bangsa.
Jadi saudara, mengucapsyukur dan memuji Tuhan jangan hanya dilakukan jikalau kondisi kita baik, tetapi ketika mengalami beban berat pergumulan berat kita patut mengucap syukur. Karena itu adalah bagian dari rencana Allah dalam hidup kita.
II. Selalu merenungkan akan kebaikan Tuhan
Saudara pernahkah kita merenungkan kebaikan Tuhan dalam hidup kita? Pernahkah kita mengatakan bahwa Tuhan itu baik?
Dalam pembacaan tadi Daud mengatakan jangan “lupakan kebaikan Allah” . Menurut Daud ini adalah sesuatu yang sangat penting. Cobalah setiap hari kita menghitung kebaikan Tuhan atau kita menginventaris segala kebaikan Tuhan, pasti kita akan menemukan begitu baiknya Tuhan bagi kita.
Saudara kalau diantara kita ada yang mengalami kesulitan untuk mengingat kebaikan Tuhan dalam hidup kita, saya memberikan tips yg sederhana banyak-banyak ikut besuk ke rumah sakit, pergi keruang ICCU lihat orang yang sudah sekarat bernafas harus memakai oksigen, oksigen itu harus dibayar, diberi alat-alat Bantu supaya dia bisa bernafas. Kalau hari ini kita masih bernafas dan oksigen itu gratis itu karena kebaikan Tuhan, atau pergi ke apotik lihat berapa banyak uang yang dikeluarkan oleh keluarga pasien yang sakit. Hari ini kalau kita sehat saja itu membktikan bahwa Allah itu baik dalam hidup kita.
Dari bacaan tadi kita melihat pemazmur mengungkapkan akan apa saja yang menjadikan dirinya bersyukur kepada Tuhan, didalam Mazmur 103 ini:
a. Bersyukur atas Allah yang mengampuni dosa-Nya.
Dia “mengampuni semua kesalahanmu” (ayat 3), Daud bukanlah orang yang sempurna, ia menyadari bahwa dia orang yang berdosa, orang yang tidak layak dihadapan Tuhan. Ia tahu bahwa dia adalah orang yang sepantas nya binasa dan dihukum oleh Allah karena Dia adalah orang yang berdosa yang tidak layak dihadapan Tuhan. Dan dosa yang begitu besar yang pernah ia lakukan ialah mengambil istri panglima perangnya dan berzina.
Bagi Daud dirinya tidak layak untuk mendapat pengampunan dari Tuhan, karena apa yang dilakukan begitu jahat dihadapan Tuhan. Tetapi Daud mengetahui bahwa Allah itu baik sehingga dikatakan dalam ay.8-10 “ Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, tidak selalu Ia menuntut, dan tidak selama-lamanya ia mendendam. Tidak dilakukan kepada kita setimpal dengan dosa kita dan tidak dibalas-Nya setimpal dengan kesalahan kita.
Aplikasi: Saudara sama seperti Daud kita juga adalah orang berdosa yang tidak layak dihadapan Tuhan, tetapi Tuhan dengan kasih setianya, tidak membalas setimpal dengan kesalahan kita, tetapi dia mengampuni kita, Dia tidak mengingat-ingat kesalahan kita, dan dengan kasih setia dan kebaikannya ia memberikan Yesus Kristus mati bagi kita
b. Keselamatan yang Tuhan berikan
“Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia rahmat”. Kata menebus dari lubang kubur menjelaskan orang yang sudah sudah mati. Daud mengetahui bahwa hidupnya sudah diambang kebinasaan, dan juga sudah mati secara rohani, oleh karena dosa tetapi Tuhan bermurah hati, beranugerah menyelamatkan dirinya. Sehingga dia memuji Tuhan dan bersyukur akan kebaikan Tuhan.
Saudara semua kita yang hadir ditempat ini, kita adalah orang-orang yang dipilih Allah dan diselamatkan oleh Tuhan. Keselamatan yang kita peroleh semata-mata adalah karena kebaikan Tuhan. Kita sebenarnya adalah orang-orang yang akan binasa, kita sebenarnya adalah orang-orang yang mati tetapi oleh anugerah dan kebaikan Tuhan kita memperoleh keselamatan.
Saudara, kalau kita merenungkan kebaikan Tuhan dalam hidup kita setiap hari, maka kita akan menemukan begitu banyak hal yang dapat kita bersyukur oleh karena kebaikan Tuhan. Hari ini kita bisa bernafas kita dalam kondisi sehat itu bukti kebaikan Tuhan.
III. Selalu mengingat kebaikan Tuhan
Allah itu baik dan teramat sangat baik, itu suatu hal yang tidak dapat dipungkiri dalam hidup kita. Akan tetapi kalau kita mau jujur dalam hidup kita manusia kita lebih banyak melupakan kebaikan Tuhan dari pada mengingat kebaikan Tuhan.
Sdr. Kebaikan Allah tidak pernah berubah sejak manusia diciptakan sampai selama-lamanya bagi manusia tetapi manusia seringkali melupakan kebaikan Tuhan.

Alkitab mencatat sejak semula Allah selalu mau memberikan yang terbaik dalam hidup manusia. Sebelum Allah membuat Adam dari tanah liat, Ia telah mempersiapkan bagi manusia suatu taman yang indah,tumbuh2an,burung2 diudara dan semua binatang dan ikan2 dilaut.semuanya diciptakan Allah baik adanya.

Segala fasilitas telah disediakan Allah untuk manusia agar manusia dapat hidup senang dan berbahagia;tidak itu saja bahkan Ia telah menjadikan manusia menjadi serupa dan segambar dengan Allah. IA mensejajarkan manusia menjadi sama seperti Dia menganugerahkan manusia dalam suatu posisi yang tinggi yaitu penguasa atas seluruh alam semesta ini.Bukankah Allah itu baik dan teramat sangat baik?.

Tapi Adam melupakan segala kebaikan Allah dengan memberontak dan tidak taat, jatuh dalam dosa, terusir keluar dan kehilangan segala kemuliaan Allah..Sungguhpun demikian kebaikan Allah tidak pernah berakhir terhadap manusia,Ia terus menuntun manusia sampai Ia menetapkan suatu bangsa yaitu bangsa Israel menjadi bangsa pilihan Allah.IA menjadikan bangsa ini suatu bangsa yang diberkati dan disegani oleh bangsa2 yang lain;tapi bangsa Israel cepat sekali melupakan segala kebaikan Allah. Begitu banyak pertolongan Allah terhadap bangsa ini tapi ketika mereka dicobai dengan cepat mereka bersungut-sungut seakan-akan Allah tidak pernah menolong mereka.

Ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir Allah melakukan suatu perbuatan ajaib yang luar biasa dengan membelah laut Teberau hanya untuk menyeberangkan bangsa ini sehingga bangsa ini menyanyikan pujian pengagungan kepada Allah yang dipimpin oleh Musa diiringi tari2an Miryam dan para perempuan Israel,tapi hanya berselang 3 hari bangsa ini telah bersungut-sungut kembali.Itulah yang sering dilakukan oleh bangsa Israel sehingga mereka dijuluki dengan bangsa yang tegar tengkuk.

Hal yang sama dilakukan juga oleh raja-raja Israel yang hanya berseru pada saat mereka dalam kesulitan tetapi dengan cepat mereka melupakan segala kebaikan Tuhan dengan membuat bukit-bukit pengorbanan yang sangat menyakiti hati Tuhan.

Sejarah itu kembali berulang dari satu angkatan kepada angkatan yang lain namun Allah tidak pernah berubah kebaikanNya ,manusia dapat berubah menjadi tidak setia tapi Allah tetap setia terhadap janjiNya.

Kembali Allah menunjukkan kebaikanNya dengan memberikan AnakNya yang tunggal agar barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Baiklah kita belajar dari sejarah sejak awalnya manusia dijadikan yang seringkali melupakan segala kebaikan Tuhan dan berakhir dengan kesengsaraan bahkan mati dengan sia-sia. Biarlah kita tidak mengulangi kesalahan yang sama yang dilakukan oleh nenek moyang kita.

Baiklah kita selalu mengingat akan segala kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita dan tidak melupakannya;agar pada saat iblis datang mencobai kita dengan segala tekanan seperti masalah keluarga,keuangan,pekerjaan,sakit penyakit ataupun hal-hal yang lain, kita tidak menggerutu, kehilangan iman bahkan kita menjadi tidak percaya..

Ingatlah, kita harus belajar seperti Daud ketika dia harus melawan Goliat .

I Samuel 17:37, "Tuhan yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang,Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu’
Hal yang sama dapat kita katakan terhadap semua masalah kita, ”Kalau Tuhan telah menebus aku dari segala dosa-dosaku maka Tuhan yang sama itu akan menolong dan melepaskan aku dari semua permasalahan hidupku.” Amin
Posting Komentar