Selasa, 29 April 2014

Jangan Meremehkan Dunia Yang Jahat

JANGAN MEREMEHKAN DUNIA YANG JAHAT
EFESUS 5:1-7
gkkb ptk
Pendahuluan
Saudara, beberapa waktu yang lalu, saya membaca satu artikel, yang berjudul Hamba Tuhan: Setengah malaikat? Penulis adalah jemaat biasa, yang memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap seorang hamba Tuhan. Ia pengagum salah satu hamba Tuhan. Namun ia begitu kaget, ketika orang yang dikaguminya jatuh dalam dosa perzinahan. Dalam tulisan ini,  ia memaparkan begitu banyak hamba Tuhan yang cukup terkenal, hamba Tuhan yang kelihatan dipakai luar biasa oleh Tuhan baik di Amerika, Australia, juga di Indonesia yang jatuh terhadap dosa ini.  Mulai dari seorang gembala sidang di gereja cukup besar di Amerika, seorang hamba Tuhan yang membidangi masalah-masalah keluarga, hamba Tuhan yang yang sering  KKR ke mana-mana bahkan yang membawa  ribuan orang datang kepada Tuhan jatuh dalam dosa seksual.  Ia  menyimpulkan dalam artikelnya adalah  bahwa seorang hamba Tuhan, juga adalah manusia biasa, mantan budak dosa, yang tidak kebal terhadap godaan dan rentan untuk jatuh dalam dosa, kalau tidak berhati-hati. 
Pertanyaan bagi kita adalah kalau seorang hamba Tuhan yang kelihatan begitu luar biasa jatuh dalam dosa seperti demikian, bagaimana dengan kita? Godaan dosa seperti ini, bisa terjadi kepada siapa saja tidak memandang ia miskin atau kaya, pejabat atau orang biasa, hamba Tuhan atau kaum awam, kalau kita tidak hati-hati maka kita akan  jatuh dalam godaan ini.  Godaan ini, muncul di mana-mana.  Di tempat kerja, di mall, hotel, tempat hiburan, bahkan di media sosial, internet, bahkan ditempat-tempat yang disebut rohani pun godaan ini akan membayangi kita.
Beberapa tahun lalu, saya menginap di salah satu hotel, lalu saya menelopon teman saya, ia katakan kamu di mana sekarang, saya di hotel ini. Sendirikah, saya katakan saya sendiri. Ia katakan hati-hati loh...saya bilang kenapa? Ia katakan di hotel itu banyak hantu baik, dan cantik-cantik, yang selalu tawarkan segala kebaikan....saya bilang doakan saya, agar saya tidak meresponi kebaikan mereka...
Saudara,  Godaan dan dosa seperti ini bukan baru terjadi hari ini, jemaat Efesus di zaman Rasul Paulus juga diperhadapkan dengan tantangan seperti ini. Kita tahu bahwa surat  kepada  jemaat Efesus, ditujukan kepada jemaat yang memiliki latarbelakang penyembah Dewi Arthemis di Kuil Diana. Penyembahan Dewi artemis, selalu identik dengan pelacur bakti. Suatu bentuk pelacuran tetapi dibungkus dengan kepercayaan-kepercayaan setempat, sehingga menjadi suatu yang bersifat ritual keagamaan. Setiap waktu ada ribuan orang dari berbagai negara dan daerah sekitar datang ke efesus untuk menyembah di Kuil Diana.  Di Kuil Diana, ada ribuan pelacur bakti yang mempersembahkan diri mereka untuk melayani dengan tujuan “rohani”.
            Pengaruh kuil Diana, sangat mempengaruhi akan kehidupan moral dari masyarakat Efesus pada waktu itu.  Orang Kristen di Efesus hidup di tengah  masyarakat yang moral sangat rusak. Rusaknya moral orang Efesus pada waktu, digambarkan oleh  seorang filsuf dan budayawan Yunani bernama Demohstenes. Dikatakan bahwa orang Efesus memiliki satu filosofi hidup yang berhubungan dengan keluarga: Orang Efesus selalu mengatakan bahwa kami memiliki anak laki-laki untuk kebanggaan kami, pelacur untuk penggunaan sehari-hari dan istri untuk prokreasi anak-anak yang sah.” Dari apa yang dikatakan Demosthenes  ini, kita bisa sedikit mendapat gambaran bagaimana kehidupan moral dari masyarakat Efesus.
            Saudara, di tengah kehidupan moral seperti ini orang Kristen Efesus hidup dan berinteraksi satu dengan yang lain. Oleh sebab itu  Rasul Paulus terus mengingatkan mereka akan  status dan identitas diri mereka sebagai orang percaya. Rasul Paulus  mengingatkan mereka bahwa status mereka bukanlah hamba dosa tetapi mereka adalah milik Allah. Mereka bukan lagi manusia lama yang hidup amoral tetapi mereka adalah orang yang telah ditebus oleh darah Kristus. Bahkan pada pasal 4 Rasul Paulus dengan tegas mengatakan agar mereka yang sudah dilahirbarukan  tidak hidup sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Mereka harus menjaga sikap hidup mereka, perkataan dan perbuatan mereka.  Dengan kata lain Rasul Paulus katakan, ketika seseorang menjadi Kristen, maka ada perubahan  hidup, dari hidup lama kepada kehidupan yang baru, dari kecemaran kepada kehidupan yang kudus dengan tidak mengikuti kehidupan dan cara-cara dunia.

Nah Pada pasal 5:1-7 Paulus mengingatkan mereka secara khusus berhubungan dengan kekudusan hidup. Rasul Paulus mengatakan kepada mereka agar mereka selalu waspada dan berhati-hati terhadap godaan-godaan yang berhubungan dengan masalah dosa seksual atau masalah moral.  Dalam bagian ini Paulus kembali mengingatkan orang percaya di Efesus untuk menyadari identitas diri mereka sebagai anak Tuhan. Agar mereka tidak terjebak dengan perbuatan-perbuatan amoral yang sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang disekitar mereka yang belum mengenal Tuhan.

Minimal ada dua nasehat yang disampaikan Paulus,  pertama-tama  Paulus menasehatkan mereka untuk menjauhkan diri dari percabulan,  kecemaran dan juga keserakahan. Kata percabulan dalam bahasa asli memakai kata porneo dari istilah ini muncul kata pornografi. Kata porneo memiliki arti luas, tetapi dalam bagian ini mengacu kepada setiap aktivitas seksual di luar batas-batas pernikahan.  Demikian juga kata rupa-rupa kecemaran dan keserakahan di sini juga berhubungan aktivitas seksual yang diluar batas-batas kewajaran dalam pernikahan kudus. Kecemaran berhubungan dengan perilaku-perilaku yang menyimpang dalam hal seksual dan keserakahan berhubungan suatu nafsu yang tidak terpuaskan sehingga menjadi berhala dalam diri seseorang.
Saudara, Rasul Paulus menegaskan bahwa setiap aktivitas seksual di luar konteks  pernikahan yang kudus adalah sesuatu yang bertentangan dengan identitas  mereka sebagai anak Tuhan.  Ia menegaskan bahwa sebagai anak Tuhan mereka harus mengikuti teladan Kristus atau jadilah penurut-penurut Kristus.  Dengan kata lain, Rasul  Paulus mengatakan bahwa sebagai anak Tuhan mereka memiliki standar moral  yang lebih tinggi dari moral orang Efesus secara umum.   Mereka harus meneladani Kristus dalam hal kekudusan.  Dalam hubungan  dengan lawan jenis atau antara suami dan istri harus dilihat dalam kerangka  hubungan Kristus dengan gereja  yaitu  kasih, kekudusan dan relah berkorban. 
Saudara, gambaran relasi suami istri digambarkan oleh Paulus dalam ayat 22-33, merupakan panduan orang percaya dalam membangun suatu relasi antara suami dan istri. Hubungan itu harus dibangun atas dasar kasih Kristus yaitu relah berkorban untuk mempersembahkan sesuatu yang kudus bagi orang yang dikasihinya. Disini Rasul Paulus hendak mengajarkan mereka mengenai hubungan antara kasih  yang sejati dengan kasih yang palsu. Kasih yang sejati adalah kasih yang tidak egois, tetapi rela berkorban untuk orang yang dikasihinya, kasih yang sejati adalah kasih  yang memberikan suatu yang kudus kepada orang yang dikasihi-Nya. Kasih yang sejati adalah kasih yang tidak mementingkan kepuasan diri sendiri. Kasih yang sejati itu sama seperti kasih Tuhan Yesus kepada manusia, yang memberikan nyawanya untuk menebus manusia yang dikasihi-Nya.
Hal ini dikontraskan dengan  kasih yang rendah yaitu memberikan sesuatu yang cemar dengan tujuan untuk pemuasaan hawa nafsu kedagingan atau yang dikatakan Paulus yaitu percabulan.  Kasih yang palsu, adalah kasih untuk memenuhi kepuasan pribadi dengan melakukan rupa-rupa kecemaran dan keserakahan. Inilah yang dipraktekan oleh orang-orang Efesus, yaitu dengan alasan kasih, mereka melegalkan perbuatan-perbuatan kecemaran dan percabulan.  Hal ini juga yang dipraktekan oleh satu bidat gereja hari ini, yaitu “Children of God” mereka mendasari perbuatan amoral mereka dengan alasan kasih.  Dengan menafsirkan secara sembarangan apa yang dikatakan Alkitab mengenai kata “kasih”  mereka melegalkan segala praktek percabulan dan kecemaran mereka.
Saudara,  percabulan dan kecemaran adalah satu godaan yang besar di zaman ini,  mungkin prakteknya  tidak seperti dilakukan orang Efesus di Kuil Artemis. Hari ini  percabulan dan kecemaran dalam bentuk yang berbeda seperti PIL atau WIL. Setiap hari kita mendengar, menyaksikan  adanya kasus perselingkuhan, baik melalui koran, Tv,  internet dan lain sebagainya. Pelakunya macam-macam, ada pejabat, artis, masyarakat biasa, bahkan tokoh-masyarakat, bahkan tokoh agama tidak bebas dari kasus ini.  
Saudara, apalagi hari ini teknologi dan informasi begitu menunjang orang untuk melakukan dosa seperti ini. Media sosial seperti facebook, BBM, SMS menjadi sarana yang paling  efektif untuk orang jatuh dalam godaan perselingkuhan.  Satu waktu ada seorang teman menceritakan kepada saya mengenai kejatuhan dia dalam dosa perselingkuhan. Waktu SMA ia memiliki pacar dan karena pacarnya pindah keluar kota, maka bertahun-tahun  mereka tidak bertemu. Tahu-tahu facebook mempertemukan mereka. Awalnya hanya sekedar chating biasa-biasa, lama kelamaan menjadi luar biasa, semakin dekat, mulai curhat, saling menceritakan kekurangan dan kelemahan pasangan masing-masing, akhirnya cinta yang sudah lama mati itu,  hidup kembali, akhirnya cinta itu kembali bersemi, dan lebih subur dari sebelumnya..
Seorang ibu juga pernah mengatakan pak suami saya selingku. Dari mana kamu tahu? saya  menemukan sms yang masuk ke HP suami, dalam sms  banyak kata-kata mesra dari wanita lain, lalu saya tanya pak... seperti lagu dangdut Ria Amelia “Ko sms siapa ni Ko”  koq pake sayang-sayang...dari pacar koko ya...dia berkilah, salah kirim, ,,,ttp salah kirim koq ada nama Koko ???? suaminya berkata oh itu orang iseng... tetapi hati saya mulai tidak tenang....
Dalam dunia bisnis juga demikian, teman saya menceritakan kalau dia pergi urusan bisnis di salah satu kota, dia pasti dilayani dengan baik, bukan saja diberikan akomodasi, transportasi, makan minum  tetapi diberikan hiburan bonus..saudara tahu apa yang saya maksudkan...dia katakan kalau tidak kuat iman, maka kita bisa jatuh.
Saudara, ini adalah godaan dan tawaran dunia bagi kita, kalau kita tidak hati-hati, kalau kita tidak waspada, maka Alkitab mengatakan Iblis seperti singa yang mengaum-ngaum, siap untuk memangsa kita..Saudara, tidak ada satu tempat yang begitu aman yang membuat kita tidak jatuh dalam godaan seperti ini. (Kesaksian pribadi)
Saudara, dosa percabulan bukan hanya terjadi dikalangan orang-orang yang sudah berkeluarga. Hari ini godaan percabulan dan kecemaran terjadi bagi kalangan pemuda dan remaja. Kita melihat bagaimana pergaulan anak-anak muda hari ini. Bagaimana anak-anak remaja pacaran hari ini, mereka tidak ada rasa malu yang malu kita yang melihat, mereka menganggap bahwa dunia ini milik mereka berdua.  Free seks dan pornografi bukan menjadi satu yang tabuh bagi anak remaja hari ini. Hal ini juga dipengaruhi oleh media, informasi dan teknologi.
 Data dari kementrian telekomunikasi dan informasi bahwa setiap detik orang indonesia belanja situs pornografi sebesar 33 juta rupiah atau US 3.673. dan pengakses terbesar adalah dikalangan SMA yaitu 92,7 %.  Hal yang mengagetkan menurut survey dari Universitas Gajah Mada, ada begitu banyak  film porno buatan lokal/ Indonesia yang beredar di Indonesia, kurang lebih 800 judul dan sebagian besar pemerannya atau 90 % adalah anak remaja atau pelajar.
Akibatnya menurut Sexual Behavior Survey 2011, menunjukkan 64 persen anak muda di kota-kota besar Indonesia ‘belajar’ seks melalui film porno atau DVD bajakan. Base line survey yang dilakukan oleh BKKBN LDFE UI (2000), di Indonesia terjadi 2,4 juta kasus aborsi pertahun dan sekitar 21% (700-800 ribu) dilakukan oleh remaja. Data yang sama juga disampaikan Komisi Nasional Perlindungan Anak tahun 2012. Dari 4.726 responden siswa SMP dan SMA di 17 kota besar, sebanyak 62,7 persen remaja SMP sudah tidak perawan, dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi (Kompas.com, 14/03/12).
Saudara, ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu sarana efektif iblis untuk membawa manusia kepada dosa percabulan dan kecemaran, ini menjadi tantangan bagi kita yang hidup di zaman ini.  Kita tidak bisa membendungi  kemajuan arus informasi dan teknologi, mau tidak mau kita diperhadapkan dengan kondisi ini. Oleh sebab itu kita bisa mempersalahkan IPTEK, teman yang saya ceritakan diatas mengatakan, facebook yang membuat saya selingku,  Ibu yang mencurigai bahwa suaminya selingku, katakan karena suaminya jadi begini, saya akan memegang HP suami saya, setiap hari saya akan selidiki sms yg masuk di HP suami saya. Saya katakan itu bukan solusi, karena HP hari ini murah, kartu hp juga murah dibeli.  Saudara, FB, HP, BBM, berbisnis dengan siapapun  tidak mungkin membuat orang selingku dan melakukan kecemaran,  yang membuat orang melakukan kecemaran adalah   karena hati dan pikirannya  tidak dikuduskan oleh Firman Allah.
Saudara, hal yang kedua yang diingatkan Rasul Paulus kepada jemaat Efesus, sebagai anak-anak Allah yang kudus, mereka harus menjaga kekudusan dalam perkataan mereka.  Saudara, maksud perkataan kotor ay. 4 (eutrapelia) di sini berhubungan perkataan-perkataan yang menjurus kepada hal-hal yang bersifat sensual. Plesetan yang berkaitan dengan hal-hal seksual, humor yang menjurus kepada hal-hal tidak pada tempatnya. Pembicaraan yang berhubungan dengan hal-hal seksual yang dibicarakan di depan umum.
Bagi orang-orang Yunani dan termasuk di Efesus perkataan-perkataan humor yang mengarah kepada hal-hal yg sensual itu suatu yang biasa, biasanya humor-humor seperti ini di praktekan dalam teater-teater, bahkan dalam filsafat Yunani pembicaraan-pembiraan seperti ini merupakan salah satu kebijakan.  Namun bagi Paulus apapun alasannya orang Kristen harus tetap menjaga akan perkataannya. Rasul Paulus dengan tegas mengatakan bahwa  orang percaya harus menjaga kekudusan bukan saja dalam sikap dan tindakan hidup mereka, tetapi mereka harus menjaga  perkataan, menjaga lidah dari percabulan. Bahkan Paulus mengatakan orang yang perkataannya tidak di jaga, orang yang hidup dalam kecemaran, percabulan dan hawa nafsu maka mereka  tidak layak untuk mendapat bagian dalam kerajaan surga.
Saudara, dalam pergaulan sehari-hari terkadang humor-humor seperti ini sering kita dengar. Saudara perhatikan acara-acara talk show di TV kita, bukankah humor-humor seperti ini sering ditampilkan. Di BBM, facebook dan media sosial lainnya,  kita sering melihat atau menerima content-content humor yang mengarah kepada hal-hal seperti demikian. Dalam percakapan sehari-hari diantara kita, bukankah kita sering mendengar humor-humor atau plesetan-plesetan yang mengarah kepada hal-hal seperti ini. Dan anehnya banyak masyarakat dan mungkin kita senang dengan candaan-candaan seperti ini.
Saudara, godaan-godaan dalam hal percabulan dan perkataan kotor adalah merupakan godaan yang dapat terjadi bagi setiap kita, oleh sebab jikalau kita tidak hati-hati, maka kita akan terjebak dan jatuh dalam dosa seperti demikian. Oleh karena itu, bagaimana supaya kita tidak jatuh dalam godaan percabulan, kecemaran, dan perkataan-perkataan kotor? Kita tidak menghindar dari bahaya ini, karena kemajuan ilmu pengetahuan  dan teknologi tidak dapat kita bendungi, kita tidak bisa menjadi orang yang eksklusif  hanya bergaul dengan sesama orang Kristen, hanya berbisnis dengan orang Kristen. Kita bukan manusia setengah malaikat, setiap kita punya potensi untuk jatuh dalam dosa seperti ini.
Oleh sebab itu, apa yang harus kita lakukan?
1.    Jangan meremehkan dunia yang jahat, tetapi hendaklah kita tetap waspada.
Matius 26:41, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Efesus 6 katakan, hendaklah kita seperti prajurit-prajurit Allah yang terus berjaga-jaga sambil memakai perlengkapan senjata Allah, dengan bersenjatakan Firman dan doa. Saudara, salah satu dosen SAAT pernah mengatakan bahwa  pribadi kita seperti sebuah komputer yang rentan terkena virus. Secanggih apapun program antivirus dalam komputer saudara, selalu akan ketinggalan zaman jika kita tidak pernah meng-up-date program tersebut secara berkala. Kita harus terus waspada dengan komputer kita, karena program virus semakin lama semakin canggih. Pencobaan pun bersifat demikian, seorang penulis Our Daily Bread menyatakan, “Pencobaan itu bersifat unavoidable (tidak dapat dihindari), unpredictable (tidak dapat diprediksi), dan pencobaan itu datang dengan unimaginable variety (berbagai bentuk yang tidak terbayangkan).”  
           Saudara, di tengah-tengah dunia yang jahat ini, kita semua punya potensi untuk jatuh di dalam dosa percabulan dan kecemaran. Saudara dan saya  tidak dapat menghindari godaan ini, godaan ini telah masuk dalam berbagai bidang kehidupan kita, hanya dengan persekutuan dengan Kristus, hanya melalui Firman Tuhan dan doa kita dimampukan untuk dapat melewati godaan dan tantangan dari dunia ini. Kita harus meng up date diri kita dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan firmannya, maka kita akan memiliki kekebalan atas virus-virus dosa yang setiap waktu akan merusak hidup kita.
           Saudara, yang tahu antivirus kita sudah di up date adalah kita, kalau hari ini antivirus kita sudah kedaluwarsa, pasti sudah banyak virus yang masuk, tinggal menunggu waktu, maka semua sistem dalam tubuh kita akan rusak. Kalau sudah terlanjur rusak butuh waktu untuk memperbaiki lagi.
 Saudara yang dikasihi Tuhan, jangan puas dengan keadaan kita sekarang, jangan merasa aman dengan status kita. Jangan kita mengatakan kita tidak mungkin jatuh dalam godaan ini, semua manusia punya potensi untuk jatuh, termasuk saya sebagai hamba Tuhan.  Jika kita tidak berjaga-jaga dan meng-up-date hidup kita senantiasa dengan doa dan Firman, jangan-jangan kita adalah calon yang akan tergelincir dalam langkah kita.
2.      Jikalau hari ini ada diantara kita  yang sedang mengalami cobaan seperti ini, ingatlah kita punya Allah yang pernah menderita karena pencobaan maka ia akan  menolong  kita yang di cobai  (Ibrani 2:18).
Saudara, cerita tentang anak hilang adalah gambaran yang menunjukan akan hati Bapa kepada anak-anaknya, tangan dan pelukan bapa selalu terbuka untuk menerima kembali anak-anak-Nya yang sesat. Apapun keadaan anak ini, tangan Bapa selalu terbuka, bahkan sedang menanti kita untuk kembali.  Bagi kita anak Tuhan, tidak  ada satu titik di mana kita tidak bisa balik kepada Allah Bapa. Selalu bisa balik, dan selalu bisa diterima oleh Allah Bapa. Bejana yang pecah masih dapat diperbaiki oleh penjunan. Bejana yang pecah ditangan penjunan akan terus dibentuk dan dibentuk lagi. Sampai menjadi suatu yang mulia untuk dipakai Allah. Namun dalam pembentukannya, pasti ada harga yang harus dibayar untuk kejatuhan itu. Ada orang yang tersakiti, dan bekasnya pasti tidak mudah hilang. Ada istri yang tersakiti, ada suami tersakiti, ada anak-anak yang tersakiti. Ada luka-luka batin yang sulit untuk disembuhkan.
Saudara Harga dari kejatuhan dalam dosa kecemaran sangat mahal. Oleh karena itu hendaklah kita waspada dari pengaruh dunia ini, sambil mendekatkan diri kita kepada Tuhan dan Firmannya. Kiranya Tuhan memberkati kita. Amin.


Posting Komentar