Indonesia Belum Selesai
Refleksi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Pdt. Beni Samuel Regoh, M.Th
81 tahun Indonesia merdeka. Sebuah perjalanan yang panjang, tetapi juga mengingatkan kita bahwa perjalanan sebuah bangsa tidak pernah benar-benar selesai.
Di tengah perayaan kemerdekaan, kita mendengar banyak suara. Ada yang bangga melihat kemajuan bangsa, tetapi ada pula yang kecewa. Ada yang optimis memandang masa depan, tetapi tidak sedikit yang pesimis. Ada yang percaya kepada pemerintah, tetapi ada juga yang semakin kehilangan kepercayaan kepada para penguasa.
Kita tidak perlu menutup mata terhadap kenyataan itu.
Masih ada ketidakadilan. Masih ada kemiskinan. Masih ada korupsi. Masih ada kesenjangan. Masih ada masyarakat yang merasa tidak didengar. Ada keputusan-keputusan pemerintah yang dipertanyakan. Ada pula perilaku sebagian pemimpin yang membuat rakyat kecewa.
Namun, di tengah semua itu, ada satu hal yang perlu kita ingat:
Indonesia belum selesai.
Kemerdekaan bukan berarti semua persoalan telah selesai. Kemerdekaan adalah kesempatan untuk terus membangun, memperbaiki, dan menjaga apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita.
Karena itu, mungkin pertanyaan kita bukan hanya, “Apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk Indonesia?”
Tetapi juga:
“Apa yang sudah saya lakukan untuk Indonesia?”
Kita sering mudah kecewa kepada penguasa, tetapi lupa bahwa bangsa ini juga dibentuk oleh jutaan orang biasa—guru yang tetap mengajar dengan setia, orang tua yang membesarkan anak-anaknya dengan nilai-nilai yang baik, pekerja yang jujur, pedagang yang tidak menipu, pemimpin yang takut akan Tuhan, anak muda yang mau belajar, dan masyarakat yang tetap peduli kepada sesamanya.
Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh mereka yang duduk di kursi kekuasaan. Bangsa juga dibangun oleh orang-orang biasa yang memilih melakukan kebaikan ketika tidak ada yang melihat.
Karena itu, jangan sampai kekecewaan kepada pemerintah membuat kita kehilangan kecintaan kepada bangsa.
Kita boleh mengkritik pemerintah tanpa membenci Indonesia.
Kita boleh mempertanyakan kebijakan penguasa tanpa kehilangan harapan.
Kita boleh kecewa kepada pemimpin, tetapi jangan menjadi apatis terhadap masa depan bangsa.
Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Dan mungkin generasi kita tidak akan menyelesaikan semuanya.
Tetapi kita dapat meninggalkan Indonesia dalam keadaan sedikit lebih baik daripada ketika kita menerimanya.
Jika hari ini kita belum mampu mengubah bangsa, setidaknya jangan ikut merusaknya.
Jika belum mampu menjadi pemimpin besar, jadilah warga negara yang jujur.
Jika belum mampu melakukan sesuatu yang besar, lakukanlah sesuatu yang benar.
Jika belum mampu memperbaiki seluruh negeri, mulailah dari keluarga, lingkungan, tempat kerja, gereja, sekolah, dan komunitas kita.
Sebab perubahan besar sering kali dimulai dari kesetiaan terhadap hal-hal kecil.
Bagi kita sebagai orang percaya, mencintai Indonesia juga merupakan bagian dari panggilan iman. Kita dipanggil untuk berdoa bagi bangsa, menghormati pemerintah, menjadi terang di tengah masyarakat, serta menghadirkan kejujuran, keadilan, kasih dan kebenaran di mana pun Tuhan menempatkan kita.
Kita tidak tahu seperti apa Indonesia 10, 20, atau 50 tahun mendatang.
Tetapi kita tahu satu hal:
masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh siapa yang sedang berkuasa hari ini, tetapi juga oleh apa yang kita tanam hari ini.
Maka di HUT ke-81 Republik Indonesia ini, mari kita berhenti sejenak dari sekadar bertanya apakah Indonesia sudah menjadi bangsa yang kita impikan.
Mungkin jawabannya: belum.
Dan itu tidak apa-apa.
Sebab Indonesia memang belum selesai.
Masih ada yang harus diperjuangkan.
Masih ada yang harus diperbaiki.
Masih ada yang harus dibangun.
Masih ada luka yang harus dipulihkan.
Masih ada ketidakadilan yang harus dilawan.
Masih ada generasi yang harus dipersiapkan.
Dan mungkin, kita adalah bagian dari orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk mengerjakan bagian itu.
Selamat HUT ke-81 Republik Indonesia.
Bukan hanya untuk merayakan apa yang telah dicapai, tetapi juga untuk mengambil bagian dalam apa yang belum selesai.
Indonesia belum selesai.
Dan perjuangan kita juga belum selesai.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka! 🇮🇩
