BENIREGOH'S blog
I CAN DO EVERYTHING THROUGH HIM WHO GIVES ME STRENGHT
Selasa, 12 April 2022
Jumat, 05 November 2021
Senin, 18 Oktober 2021
Rabu, 11 Agustus 2021
Banality of Evil dalam Konteks Gereja
Istilah Banality of Evil diperkenalkan oleh Hannah Arendt untuk menggambarkan kejahatan yang tidak selalu lahir dari niat jahat yang besar, melainkan dari kebiasaan, ketaatan tanpa berpikir, dan ketidakpedulian yang dianggap “normal.” Kejahatan menjadi banal—biasa, rutin, dan nyaris tak disadari.
Dalam konteks gereja, kejahatan tidak selalu hadir dalam bentuk skandal besar atau dosa yang mencolok. Justru sering muncul dalam hal-hal kecil yang terus diulang dan diterima sebagai kewajaran. Ketika gereja membiarkan ketidakadilan karena “sudah dari dulu begitu,” saat suara yang lemah diabaikan demi kenyamanan mayoritas, atau ketika pelayanan dijalankan tanpa empati tetapi atas nama aturan—di situlah banalitas kejahatan bekerja.
Banality of evil di gereja tampak ketika kebenaran disampaikan tanpa kasih, ketika struktur lebih dibela daripada manusia, dan ketika kesalehan ritual menutupi kekerasan verbal, sikap eksklusif, atau penghakiman diam-diam. Tidak ada niat untuk menyakiti, namun dampaknya nyata: luka, keterasingan, dan hilangnya wajah Kristus di tengah umat.
Yesus sendiri berkali-kali menegur orang-orang saleh yang merasa benar karena rutinitas religius mereka. Ia mengingatkan bahwa dosa tidak hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga kegagalan untuk mengasihi (Mat. 23; Luk. 10:31–32). Dalam perumpamaan orang Samaria yang baik hati, kejahatan justru dilakukan oleh mereka yang “tidak berbuat apa-apa.”
Karena itu, panggilan gereja bukan hanya menjauhi dosa besar, tetapi juga terus-menerus menguji hati: apakah kita masih peka, masih berbelas kasih, dan masih berani bertanya? Gereja dipanggil untuk melawan banalitas kejahatan dengan kesadaran rohani—berpikir, merasa, dan bertindak seperti Kristus, bahkan dalam hal-hal yang tampak kecil dan biasa.
Sebab kejahatan yang paling berbahaya bukanlah yang mengejutkan, melainkan yang tidak lagi kita sadari sebagai kejahatan.